Memahami dan Mengatasi Gangguan Bipolar - fery menulis Memahami dan Mengatasi Gangguan Bipolar ~ fery menulis

Selasa, 26 Juni 2012

Memahami dan Mengatasi Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar atau bipolar disorder adalah jenis penyakit psikologi, ditandai dengan perubahan mood (alam perasaan) yang sangat ekstrim, yaitu berupa depresi dan mania. Pengambilan istilah gangguan bipolar mengacu pada suasana hati penderitanya yang dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang ekstrim.


Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood highs) dan suasana hati yang buruk (mood lows). Akan tetapi , seseorang yang menderita gangguan bipolar memiliki mood swings yang ekstrim yaitu pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Suatu ketika, seorang pengidap gangguan bipolar bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Namun, ketika mood-nya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri (depresi). Dahulu, penyakit ini disebut dengan "manic-depressive". Suasana hati meningkat secara klinis disebut sebagai mania atau jika ringan disebut hypomania.

Individu yang mengalami episode manik juga sering mengalami episode depresi, atau gejala, atau episode campuran dimana kedua fitur mania dan depresi hadir pada waktu yang sama. Episode ini biasanya dipisahkan oleh periode "normal" suasana hati (mood) , tetapi, dalam beberapa depresi, individu dan mania mungkin berganti dengan sangat cepat, yang dikenal sebagai “rapid-cycle”. Manic episode Ekstrim kadang-kadang dapat menyebabkan gejala psikotik seperti delusi dan halusinasi .Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. Episode hipomanik mempunyai derajat yang lebih ringan daripada manik.

Gejala paling penting gangguan jiwa bipolar berhubungan dengan terjadinya serangkaian perubahan suasana hati yang naik turun. Selama duasana hati dalam keadaan yang sedang naik, si penderita bisa sangat senang, sangat penuh energi dan terlihat sedikit lebih dari biasanya. Pada sebagian orang, fase maniak menjadi terlalu tinggi sehingga membawa mereka ke dalam keadaan yang disebut hipomania - saat di mana mereka menjadi sangat hiperaktif sehingga mereka terputus dari kenyataan dan bertingkah gila. Jika hal tersebut terdengar seperti keadaan yang menciptakan rasa sakit saat di alami, hal itu tidak sepenuhnya benar. Orang yang berada dalam keadaan ini dapat menjadi sangat bahagia. Jika mereka bersifat artistik, mereka dapat mengalami saat-saat paling kreatif selama masa ini contohnya seperti pelukis terkenal Vincent Van Gogh.

Kemudian ada sisi yang lainnya ketika mereka kehilangan kegembiraan dan terserap ke dalam lubang hitam keputusasaan. Apa rasanya mengalami depresi jika Anda penderita bipolar? Biasanya hal itu terasa sama dengan siapa saja yang mengalami depresi biasa. Anda tahu bahwa orang yang depresi mengalami sisi lain dari bipolar, saat obat anti-depresi biasa tidak mempan untuk mengatasinya. Obat anti-depresi dapat menyebabkan kondisi suasana hati mereka berubah-ubah naik dan turun lebih sering, atau hal itu membuat mereka sama sekali terputus dari kenyataan.

Jadi terdapat kondisi maniak dan depresi, apakah gejala gangguan jiwa bipolar ini selalu terjadi bergantian? Ada masanya bagi kebanyakan penderita bipolar untuk berada dalam keadaan yang membingungkan, mereka dapat mengalami kedua kondisi tersebut pada saat yang bersamaan. Mereka terlihat gampang marah saat berada dalam keadaan ini. Karena mereka sepertinya tidak terlalu euforis atau terlalu depresi saat mereka mengalami kedua gejala yang menyerang otak mereka pada saat yang bersamaan, maka akan sulit menentukan apakah orang tersebut adalah penderita bipolar. Mereka hanya terlihat seperti seseorang yang mudah naik darah pada umumnya.

Gejala Gangguan Bipolar

Gejala bipolar bervariasi pada setiap orang. Namun dapat dikelompokan empat jenis mood episode dalam gangguan bipolar yaitu mania, hypomania, depresi, dan episode campuran. Setiap jenis mood episode gangguan bipolar tersebut memiliki gejala yang unik.

a. Tanda dan Gejala Mania

Gejala-gejala dari tahap mania gangguan bipolar adalah sebagai berikut :
  1. Gembira berlebihan
  2. Mudah tersinggung sehingga mudah marah
  3. Merasa dirinya sangat penting
  4. Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain
  5. Penuh ide dan semangat baru
  6. Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya
  7. Seperti mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengar
  8. Nafsu seksual meningkat
  9. Menyusun rencana yang tidak masuk akal
  10. Sangat aktif dan bergerak sangat cepat
  11. Berbicara sangat cepat sehingga sukar dimengerti apa yang dibicarakan
  12. Menghamburkan uang
  13. Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan
  14. Merasa sangat mengenal orang lain
  15. Mudah melempar kritik terhadap orang lain
  16. Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari
  17. Sulit tidur
  18. Merasa sangat bersemangat, seakan-akan 1 hari tidak cukup 24 jam

b. Tanda dan Gejala Hypomania

Hypomania adalah bentuk kurang parah dari fase mania. Orang-orang dalam keadaan hypomanic merasa gembira, energik, dan produktif, tetapi mereka mampu meneruskan kehidupan mereka sehari-hari dan mereka tidak pernah kehilangan kontak dengan realitas. Untuk yang lain, mungkin tampak seolah-olah orang dengan hypomania hanyalah dalam suasana hati yang luar biasa baik. Namun, hypomania dapat menghasilkan keputusan yang buruk yang membahayakan hubungan, karier, dan reputasi. Selain itu, hypomania sering kali dapat "naik kelas" untuk mania penuh dan terkadang dapat diikuti oleh episode depresi besar.

Tahap hipomania mirip dengan mania. Perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami halusinasi dan delusi. Hipomania sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama dengan mania.Gejala-gejala dari tahap hipomania gangguan bipolar adalah sebagai berikut: 1. Bersemangat dan penuh energi, muncul kreativitas. 2. Bersikap optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah. 3. Penurunan kebutuhan untuk tidur.

c. Tanda dan Gejala Depresi Bipolar

Gejala-gejala dari tahap depresi gangguan bipolar adalah sebagai berikut :

  1. Suasana hati yang murung dan perasaan sedih yang berkepanjangan
  2. Sering menangis atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas
  3. Kehilangan minat untuk melakukan sesuatu
  4. Tidak mampu merasakan kegembiraan
  5. Mudah letih, tak bergairah, tak bertenaga
  6. Sulit konsentrasi
  7. Merasa tak berguna dan putus asa
  8. Merasa bersalah dan berdosa
  9. Rendah diri dan kurang percaya diri
  10. Beranggapan masa depan suram dan pesimistis
  11. Berpikir untuk bunuh diri
  12. Hilang nafsu makan atau makan berlebihan
  13. Penurunan berat badan atau penambahan berat badan
  14. Sulit tidur, bangun tidur lebih awal, atau tidur berlebihan
  15. Mual, mulut kering, Susah BAB, dan terkadang diare
  16. Kehilangan gairah seksual
  17. Menghindari komunikasi dengan orang lain
Hampir semua penderita gangguan bipolar mempunyai pikiran tentang bunuh diri dan 30% diantaranya berusaha untuk merealisasikan niat tersebut dengan berbagai cara.

d. Tanda dan Gejala Episode Campuran

Sebuah episode gangguan bipolar campuran dari kedua fitur gejala mania atau hypomania dan depresi. Tanda-tanda umum episode campuran termasuk depresi dikombinasikan dengan agitasi, iritabilitas, kegelisahan, insomnia, distractibility, dan pikiran berlomba (Flight of idea). Kombinasi energi tinggi dan rendah membuat suasana hati (mood) penderita beresiko yang sangat tinggi untuk bunuh diri.

Dalam konteks gangguan bipolar, episode campuran (mixed state) adalah suatu kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlal-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya. Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu terjadi bergantian dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat. Alkohol, narkoba, dan obat-obat antidepresan sering dikonsumsi oleh penderita saat berada pada epiode ini. Mixed state bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita gangguan bipolar. Pada episode ini, penderita paling banyak memiliki keinginan untuk bunuh diri karena kelelahan, putus asa, delusion, dan hallucination.

Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri antara lain sebagai berikut :
  1. Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya.
  2. Memiliki pandangan pribadi tentang kematian.
  3. Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan alkohol.
  4. Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti; tagihan listrik, telepon. Penderita yang mengalami gejala-gejala tersebut atau siapa saja yang mengetahuinya sebaiknya segera menelepon dokter atau ahli jiwa, jangan meninggalkan penderita sendirian, dan jauhkan benda-benda atau peralatan yang beresiko dapat membahayakan penderita atau orang-orang disekelilingnya.

Self-help Untuk Mengatasi Gangguan Bipolar

Sementara berurusan dengan gangguan bipolar tidak selalu mudah, tidak harus menjalankan kehidupan Anda. Tetapi untuk sukses mengelola gangguan bipolar, Anda harus membuat pilihan cerdas. gaya hidup Anda dan kebiasaan sehari-hari memiliki dampak yang signifikan terhadap suasana hati Anda. Berikut beberapa cara untuk membantu diri Anda sendiri ketika dalam episode bipolar :

  • Dapatkan pendidikan tentang cara mengatasi gangguan. Pelajari sebanyak yang Anda bisa tentang bipolar. Semakin banyak Anda tahu, semakin baik Anda akan berada dalam membantu pemulihan Anda sendiri.
  • Jauhkan stress. Hindari stres tinggi dengan menjaga situasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup sehat, dan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.
  • Mencari dukungan. Sangat penting untuk memiliki orang yang dapat Anda berpaling untuk meminta bantuan dan dorongan. Cobalah bergabung dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan teman yang dipercaya.
  • Buatlah pilihan yang sehat. Sehat tidur, makan, dan berolahraga kebiasaan dapat membantu menstabilkan suasana hati Anda. Menjaga jadwal tidur yang teratur sangat penting.
  • Monitor suasana hati Anda. Melacak gejala Anda dan perhatikan tanda-tanda bahwa suasana hati Anda berayun di luar kendali sehingga Anda dapat menghentikan masalah sebelum dimulai.

0 komentar:

Poskan Komentar