hoodie korea, kshop, fashion korea, baju korea, jaket korea, tas import, terbaru, toko online, murah, cardigan

Kembali Menulis

Setelah sekian lama vakum dari dunia blog karena kesibukan. Saya mencoba untuk aktif kembali menulis di blog. Semoga dengan hadirnya blog baru saya ini dapat menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan pengalaman bagi Anda semua.

Catatan

Tempat saya berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk Anda semua. Semoga Bermanfaat.

Blog

Artikel blog ilmu pengetahuan dan teknologi.

Artikel Islam

Kumpulan artikel agama islam untuk menambah pengetahuan Anda dalam agama Islam.

Music

Informasi seputar dunia musik ada disini.

Tampilkan postingan dengan label E-Commerce. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label E-Commerce. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2015

Tips Menggaet Target Pasar Wanita Untuk Bisnis E-Commerce Anda

Seperti kita ketahui bersama. sifat dasar seorang wanita adalah senang berbelanja. Seiring dengan pertumbuhan internet di tanah air, minat konsumen untuk berbelanja online semakin besar, tidak terkecuali wanita. Hal ini tentu membuka banyak peluang bagi pengelola E-Commerce untuk menggaet target pasar wanita yang begitu besar. Berikut beberapa tips yang bisa anda terapkan untuk menggaet target pasar wanita untuk bisnis E-Commerce anda :

Tips Menggaet Target Pasar Wanita Untuk Bisnis E-Commerce Anda
1. Sediakan Pilihan Produk Yang Beragam
Hal pertama yang bisa anda lakukan untuk menggaet wanita dalam berbelanja online adalah dengan menyediakan berbagai pilihan produk yang beragam. Semakin banyak pilihan produk di toko online anda, maka akan semakin menarik minat konsumen, khususnya wanita, untuk berbelanja di toko online anda.

2. Berikan Spesifikasi Produk Yang Jelas
Menurut penelitian, 60% lebih konsumen wanita akan langsung melihat spesifikasi detail produk sebelum berbelanja. Untuk itu akan sangat penting jika anda menyertakan spesifikasi atau deskripsi produk yang jelas untuk setiap produk yang anda pajang. Hal yang tidak kalah penting adalah ikut menyertakan review untuk produk yang anda pajang tersebut. Review positif terhadap produk anda akan semakin banyak menarik minat wanita untuk segera berbelanja.

3. Sisipkan Konten Video
Fakta menarik berikutnya adalah, para wanita cenderung suka melihat atau mencari video informasi dari sebuah produk sebelum memutuskan untuk membelinya. Sehingga konten video menjadi hal yang cukup penting untuk memberikan informasi mengenai produk anda. Selain sebagai media informasi, konten video juga dapat digunakan untuk media berpromosi dengan ikut menyertakan review posotof dari konsumen, atau menyertakan berbagai pilihan produk kita.

4. Berikan Produk Yang Orisinal
Orisinalitas atau keaslian produk menjadi hal yang sangat penting untuk kita perhatikan. Berikan jaminan keaslian dan kualitas produk seperti sertifikasi Badan POM (BPOM) atau semacamnya untuk setiap produk. Dengan memberikan jaminan keaslian dan kualitas produk, akan semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk anda.

5. Jangan Lupakan Kenyamanan
Hampir semua orang akan mengiginkan kenyamanan dan kemudahan dalam berbelanja, tidak terkecuali ketika berbelanja online. Untuk itu sediakan kenyamanan berbelanja di toko online anda. Hal yang perlu anda perhatikan dalam kenyamanan berbelanja adalah pemilihan platform E-Commerce yang akan anda gunakan. Baik itu social media, web toko online, forum, dan sebagainya. Sebisa mungkin selalu berikan kemudahan dan kenyamanan terhadap konsumen.

6. Kejutan Bagi Konsumen
Tips terakhir untuk menggaet pasar wanita untuk terus berbelanja adalah dengan memberikan kejutan-kejutan, baik itu berupa diskon, cashback, penawaran menarik, produk gratis, dan sebagainya. Anda bisa berkreasi sendiri model kejutan apa yang kira-kira bisa menarik konsumen anda.

Beberapa hal di atas adalah Tips Menggaet Target Pasar Wanita Untuk Bisnis E-Commerce yang bisa anda terapkan. Semoga menambah wawasan dan pengetahuan anda. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Jumat, 16 Maret 2012

Ekonomi Digital Dunia, Mau di Bawa Kemana Indonesia?

perkembangan ekonomi digitalPerkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini hampir bisa dirasakan di seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satu perkembangan teknologi informasi yang saat ini berkembang sangat pesat adalah teknologi internet. Internet telah berkembang dan menyatu dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Teknologi internet telah mempengaruhi seluruh aspek baik individu maupun interaktifitas kehidupan manusia dengan manusia lainnya, mulai dari cara berbisnis, berkomunikasi, dan bersosialisasi.

Berbagai perkembangan dan kemajuan teknologi informasi juga membawa dampak pada bidang ekonomi dan bisnis. Ada banyak terminologi yang berkembang dalam bidang ekonomi sebagai akibat dari perkembangan teknologi informasi. Muncullah istilah-istilah baru dalam bidang ekonomi seperti ekonomi informasi, ekonomi baru, ekonomi digital, ekonomi pengetahuan, ekonomi internet, dan ekonomi jaringan. Semua merupakan istilah yang muncul merujuk kepada dampak dari teknologi informasi dalam bidang ekonomi.

Ekonomi digital secara spesifik merujuk kepada perubahan secara menyeluruh dari semua sektor ekonomi yang disebabkan oleh digitalisasi informasi yang dilakukan oleh komputer (Brynjolfsson & Kahin 2000). Ekonomi digital dapat didefinisikan sebagai penggunaan secara luas (pervasif) terhadap teknologi informasi yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, aplikasi dan telekomunikasi dalam setiap aspek perekonomian yang meliputi opearsi internal organisasi (bisnis, pemerintahan dan nirlaba), transaksi antar organisasi dan transaksi antara individu, yang dapat bertindak baik sebagai konsumen, masyarakat maupun organisasi (Malecki & Moriset 2008). Ekonomi digital meliputi barang dan jasa yang di dalam proses pengembangan, produksi, penjualan dan penyediannya memiliki ketergantungan yang erat dengan teknologi digital, kontras dengan pengertian diatas, ekonomi informasi melingkupi semua barang dan jasa informasi yang dapat berupa publikasi, hiburan, riset, hukum, jasa asuransi, dan pengajaran dalam berbagai bentuk (Kling & Lamb 2008).

Ada dua faktor penting yang sangat menentukan pencapaian kesuksesan dalam ekonomi digital yaitu kreatifitas individu dan teknologi informasi. Kesuksesan dalam ekonomi digital sangat bertumpu pada kemampuan individu untuk selalu melakukan inovasi-inovasi secara konstan dan berkelanjutan, sementara itu teknologi informasi berperan sebagai pemampu dan fasilitator dalam pengelolaan informasi dan managemen pengetahuan, sehingga proses-proses yang berlangsung dalam kreasi, manipulasi dan distribusi informasi dan pengetahuan tersebut menjadi lebih efisien dan efektif.

Telah kita ketahui bersama bahwa perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat serta menyentuh hampir setiap aspek kehidupnan. Dan kelak tidak ada satu negara pun di dunia yang bisa menghindar dari keterkaitan dan keterlibatan teknologi informasi dalam kegiatan perekonomian. Hal ini dibuktikan bahwa dari beberapa negara telah menempatkan sektor teknologi informasi sebagai motor penggerak pembangunan yang sangat penting.

Sebagai contoh negara Malaysia yang sejak beberapa tahun lalu telah mempersiapkan diri untuk melakukan lompatan jauh ke depan melalui pembangunan Multimedia Super Corridor (MSC). Di era globalisasi teknologi informasi saat ini, Malaysia merasa harus mencari alternatif baru untuk memberikan nilai unggul dalam perekonomianya. Hal ini dapat dilakukan melalui penciptaan suatu industri jasa yang kuat, yang tidak lagi hanya mengandalkan kepada industri-industri manufaktur bernilai-tambah rendah dan padat karya, melainkan industri-industri yang bukan saja sesuai dengan era informasi tetapi sepenuhnya menggunakan teknologi informasi yang tercanggih. Untuk itulah pemerintah Malaysia mengambil keputusan untuk membangun Multimedia Super Corridor (MSC). dan diperkirakan tahun 2020 Malaysia telah siap eningkatkan kapsitas industri dan perdaganganya, yang sepenuhnya didukung oleh sistem teknologi informasi dan multimedia yang mutakhir.

Dan tidak ada satu negara pun di dunia kelak yang bisa menghindari keterkaitan atau bias dari teknologi informasi. Hal ini sudah mulai kita rasakan, dan terbukti bahwa beberapa negara telah menempatkan teknologi informasi sebagai salah satu motor penggerak utama dan pemacu pembangunan. Malaysia, misalnya, yang sejak beberapa tahun yang lalu telah mempersiapkan diri untuk melakukan lompatan jauh ke depan melalui pembangunan Multimedia Super Corridor (MSC).

Dalam era perdagangan dan pembangunan ekonomi mendatang, khususnya di era globalisasi, Malaysia menganggap tak mungkin lagi bisa bertahan hanya dengan mengandalkan industri-industri manufaktur konvensional. Karenanya, jika ingin lebih unggul dan lebih maju dalam kompetisi dunia, Malaysia harus mampu mencari alternatif baru yang merupakan satu nilai unggulan utama. Hal ini dapat dilakukan melalui penciptaan suatu industri jasa yang kuat, yang tidak lagi hanya mengandalkan kepada industri-industri manufaktur bernilai-tambah rendah dan padat karya, melainkan industri-industri yang bukan saja sesuai dengan era informasi tetapi sepenuhnya menggunakan teknologi informasi yang tercanggih. Untuk itulah, pada akhirnya, pemerintah Malaysia mengambil keputusan untuk membangun apa yang sekarang ini dikenal sebagai Multimedia Super Corridor (MSC), yang pembangunannya diperkirakan akan selesai dalam kurun waktu 20 tahun. Sehingga pada tahun 2020 mendatang, Malaysia telah siap meningkatkan kapasitas industri dan perdagangannya, yang sepenuhnya didukung oleh sistem teknologi informasi dan multimedia yang mutakhir.

Tak jauh berbeda dengan negara Malaysia. Australia telah lebih dulu mengambil langkah berani dengan menempatkan ekonomi digital di level kementerian, yakni ABCD (Australian Broadband Communications and Digital Economy). Hal ini menunjukkan keyakinan pemerintah Australia yang sangat besar terhadap perkembangan ekonomi digital dunia di masa mendatang.

Sebagai negara berkembang, Indonesia harus mengambil langkah serius untuk mulai mengembangkan ekonomi digital. Karena pada akhirnya Indonesia tidak akan mampu terhindar dari pengaruh globalisasi kemajuan teknologi informasi pada semua aspek kehidupan bangsa. Berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah perkembangan teknologi informasi yang cepat belum sepenuhnya dapat diikuti oleh masyarakat, belum meratanya pembangunan infrastruktur teknologi informasi juga membuat pasar perangkat (software maupun hardware) terbatas. Masih banyaknya pembajakan terhadap produk software dan konten di Indonesia. Disamping itu juga disebabkan masih terbatasnya sumber daya manusia di bidang teknologi informasi, serta daya beli masyarakat terhadap produk teknologi informasi relatif lemah dan terbatas.