hoodie korea, kshop, fashion korea, baju korea, jaket korea, tas import, terbaru, toko online, murah, cardigan

Kembali Menulis

Setelah sekian lama vakum dari dunia blog karena kesibukan. Saya mencoba untuk aktif kembali menulis di blog. Semoga dengan hadirnya blog baru saya ini dapat menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan pengalaman bagi Anda semua.

Catatan

Tempat saya berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk Anda semua. Semoga Bermanfaat.

Blog

Artikel blog ilmu pengetahuan dan teknologi.

Artikel Islam

Kumpulan artikel agama islam untuk menambah pengetahuan Anda dalam agama Islam.

Music

Informasi seputar dunia musik ada disini.

Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Februari 2014

Sore - Musim Ujan : Guitar Chord

Sore - Musim Ujan : Artwork

Intro :
DM7   D#M7 2x

DM7       Em      DM7      Em
Kau terhisap pikuknya hidup
                     DM7
Perlukah kau tahu
               Em           F#m    G
Dalam khayal sungguh terilusi
                     Gm
Sehingga kau sabar menanti
DM7    D#M7             DM7     D#M7
Musim berganti di halaman surya

Em         F#m        G      DM7
Merindukan hadirnya surga. . .

Reff :

Bm7 BM9 DM7   G   Bm7
Sukakah kau pada redup
BM9   DM7        G    Em
Larut di dalam alam biru
           F#m               Em
Melukiskan mahligai di hampar guntur
         F#m        G   A    DM7
Tak kuasa menahan rasa. . .

Chorus :

D#M7      DM7
Dan awan menguak
D#M7 Em
Berjatuh peluh alam
  F#m   Em            F#m
Hirup udara musim hujan
        G        A              DM7   D#M7
Dan kau terhampar belia. . .


Em        F#m          G      DM7
Merindukan hadirnya surga. . .

Back to Reff
Back to Chorus

Senin, 26 November 2012

Budaya Pop Modern Korea di Dunia


Dari waktu ke waktu, perkembangan budaya pop Korea semakin menyebar ke seluruh dunia. Tidak hanya di Asia, budaya pop modern Korea juga mulai menjamah benua Eropa dan Amerika. Perkembangan budaya pop modern korea ini tidak lepas dari perkembangan film Korea. Film-film Korea beberapa tahun terakhir ini mampu berkembang dan semakin populer di dunia. Sehingga budaya Korea pun juga mau tidak mau ikut populer. Termasuk trend fashion Korea, yang saat ini mulai mendunia. Mulai dari busana fashion Korea, hoodie, jaket, tas korea, assesoris Korea, sampai model make up saat ini mudah sekali menjadi trend di kalangan anak muda di dunia termasuk di Indonesia.

Budaya Pop Modern Korea di Dunia
Budaya Pop Modern Korea di Dunia
Film Korea terkenal dengan ceritanya yang romantis, imajinasi yang indah, dan karakter pemain yang khas, serta pemeran utama yang cantik dan tampan sehingga mudah diterima dan disukai oleh siapa saja. Hal ini merupakan daya tarik film Korea yang sangat kuat bagi penonton, sehingga film-film korea mudah untuk segera populer di seluruh dunia.

Dari film-film inilah budaya Korea diperkenalkan. Mulai dari cara berpakaian, makanan, cara berbicara, dan etika orang Korea. Tidak heran apabila makanan Korea ikut menjadi fashion dan trend. Sehingga munucullah anggapan bahwa memakai busana fashion korea, berbicara dengan gaya Korea, dan makan makanan Korea adalah trend. Dan trend tersebut seolah tidak mampu ditolak oleh mereka para penggemar Korea. Sungguh sesuatu yang ironi dimana budaya asli negeri sendiri kalah bersaing dengan budaya dari luar yang notabene belum tentu sesuai.

Musik Korea juga menjadi sangat populer mengikuti perkembangan film-film Korea. ada banyak sekali artis-artis Korea yang mempu meraih kesuksesan di dua bidang sekaligus, musik dan film. Saat ini Korea telah memiliki festival sendiri. Festival ini biasa disebut Festival Musik Korea, di festival ini terlibat semua artis dan musisi Korea dari semua generasi di Korea.

Bahasa Korea adalah bahasa resmi digunakan di Korea baik di Korea Selatan maupun Korea Utara. Bahasa ini digunakan oleh hampir 80 juta orang di Korea Utara dan Korea Selatan. Bahasa Korea secara perlahan mampu menunjukkan eksistensinya di dunia berkat perkembangan Film dan Musik Korea. Banyak orang di dunia ingin mempelajari bahasa Korea.

Perkembangan Budaya Pop Modern Korea di Dunia yang begitu pesat ini tentu tidak lepas dari peran pemerintah. Pemerintah Korea sangat concern atau peduli untuk mengembangkan budaya Pop Korea. Pemerintah Korea menyediakan anggaran khusus untuk menangani bidang ini. Kebijakan pemerintah Korea ini tebukti mampu memberikan kemudahan bagi perkembangan dunia hiburan di Korea. Sehingga jangan heran kalau saat ini Anda menjumpai budaya Korea di mana-mana. Sesuatu yang patut untuk di ambil pelajaran bagi bangsa Indonesia dalam mengembangkan budaya Indonesia agar mampu mendunia. Seperti kita ketahui bersama Indonesia lebih kaya akan keanekaragaman budaya. Jangan sampai budaya kita menjadi asing di negeri sendiri.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Padi - Save My Soul : Album Review


Padi adalah band asal Surabaya yang terbentuk pada tanggal 8 April 1997. Band ini digawangi oleh lima mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya. Mereka adalah Satriyo Yudi Wahono (Piyu) gitar, Ari Tri Sosianto gitar, Rindra Risyanto Noor bass, Andi Fadly Arifuddin vokal, dan Surendro Prasetyo drum. Di awal kemunculanya Padi membawa angin segar di dunia musik Indonesia. Padi menawarkan musik yang lebih kompleks dan aransemen gitar yang lebih kaya. Hal ini berbeda dengan kebanyakan band Indonesia tahun 1990-an yang musik mereka di dominasi oleh permainan keyboard/organ sehingga lagu-lagu yang dimainkan cenderung bertempo lambat. Seperti tampak pada band Dewa 19, KLA, dan Kahitna.

Padi
Padi justru membuat formasi yang berbeda, yaitu dengan dua pemain gitar dan tanpa pemain keyboard. Formasi ini membuat eksplorasi pada gitar menjadi lebih dominan. Sehingga lagu-lagu yang dihasilkan cenderung lebih kompleks dan bertempo cepat. Apalagi dengan adanya dua gitaris Satriyo Yudi Wahono (Piyu) dan Ari Tri Sosianto yang memiliki karakter bermain gitar yang berbeda. Sehingga tidak jarang pada satu lagu terdapat dua aransemen gitar yang berbeda saling bersahutan.

Padi, Save My Soul, album, cover
Padi - Save My Soul (2003)

Pada artikel kali ini saya mencoba untuk me-review album ketiga padi yang bertajuk Save My Soul. Ini adalah album ketiga Padi setelah kesuksesan dua album sebelumnya Lain Dunia (1999) dan Sesuatu Yang Tertunda (2001).  Album Save My Soul di luncurkan pada tanggal 18 Juni 2003. Di album ini Padi mencoba menawarkan musik yang benar-benar berbeda dengan dua album sebelumnya. Berbeda dengan dua album sebelumnya yang di dominasi dengan tema cinta, di album ini Padi menawarkan tema yang berbeda. Album Save My Soul berisi sepuluh lagu bertemakan kehidupan, kehilangan, kesedihan, dan penderitaan. Tema yang di anggap cukup berat untuk musik pop Indonesia.

Berikut adalah review sepuluh lagu Padi yang ada di album Save My Soul :

1. Ketakjuban 

Lagu pertama di album ini adalah pilihan dari sang gitaris Piyu. "Biar menghentak!" ujarnya. Di sini gendang telinga kita langsung di hentak dengan gimmick melodi gitar besutan Piyu. Ditambah dengan aransemen gitar Ari yang tidak kalah riuh di bagian latar. Lagu ini seakan menjadi pembuka bagi lagu-lagu berikutnya yang juga tidak kalah menghentak. Anda mungkin akan terkecoh dengan intro lagu ini yang membawa aroma rock modern masa kini. Di bagian tengah lagu, Anda akan terseret "mundur" ke gaya rock progresif. Lengkingan suara Fadly kental sekali dengan vokalis U2, Bono di awal-awal karirnya.


2. Hitam 

Lagu ini merupakan single pertama di album ini. Menurut sang gitaris Piyu, lagu ini bercerita tentang kematian. Lagu ini terinspirasi dari mimpi Piyu dan Fadly pada suatu saat, yang menceritakan kebingungan antara kehidupan dan kematian. Lagu ini menawarkan suasana dark dengan isian gitar yang kompleks. Aransemen gitar di lagu ini cenderung gahar jauh berbeda dengan format musik Padi di dua album sebelumnya. Satu-satunya ciri musik Padi yang masih terasa aalah tarikan suara vokal Fadly yang melengking. Meski menjadi single pertama, lagu ini tergolong berat.


3. Rapuh

Lagu ini diawali dengan intro yang sangat manis yang di besut lewat saksofon tiupan Kiernan Box (musisi Australia). Ide menggunakan saksofon pada intro lagu berasal dari sang bassis Rindra. Cocok dengan judulnya, aransemen musik di lagu ini membawa nuansa kerapuhan. Fadly membawakan lagu ini dengan suara vokal yang lirih dengan di iringi piano oleh sang drummer Yoyo. Sampai di tengah lagu kita akan di bawa ke keriuhan dan keramain dengan dentuman gitar dan bass yang menggebrak. Lagu ini mampu membawa mood kita dari titik terendah ke titik tertinggi. Lagu ini menjadi lagu terbaik di album ini menurut saya.


4. Di Atas Bumi Kita Berpijak

Mungkin Anda pernah mendengar lagu Peagent Poetry dari Bjork. Lagu ini sedikit membawa nuansa di lagu itu lewat nada-nada vokal Fadly. Ritme lagu ini di bangun dari suara perkusi. Lagu ini mengingatkan kita dengan lagu In The Name Of The Father milik U2. Lagu ini dipenuhi dengan sound gitar Ari yang memenuhi semua sudut lagu sepenuhnya. Terdengar berisik namun sangat apik.


5. Cahaya Mata 

Lagu ini merupakan lagu yang paling berbeda di album ini. Sound dan aransemenya di buat unik dan terasa vintage. Suara drum Yoyo di buat mono. Sementara itu kita dapat mendengar vokal Fadly dalam sebuah warna yang beda. Sekilas mendengar lagu ini seakan-akan mirip lagu-lagu slow band Naif. Untuk proses mixing Piyu sempet mempelajari kulikan mixing dari album The Beatles, Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band. Judul lagu Cahaya Mata di ambil dari istilah orang melayu Malaysia untuk anak.


6. Menanti Keajaiban

Kita kembali mendengar ciri khas musik Padi melalui lagu ini. Sepintas lagu ini mirip dengan lagu "Perjalanan Ini" di album kedua Padi. Di lagu ini Piyu memainkan instrumen sitar elektrik dan Ari mengisi gitar di bagian intro. Kata Piyu lagu menceritaka tentang keresahan seseorang. Lirik lagu ini menceritakan tentang perbincangan seseorang dengan guardian angel-nya. Lagu yang sangat unik.


7. Menjadi Bijak 

Merupakan satu-satunya lagu yang bernuansa "Terang". Di lagu ini Yoyo menunjukkan kelasnya sebagai drummer. Di awali denga birama aneh 5/8 di awal lagu yang mendadak berubah menjadi + dan kemudian berubah lagi menjadi 4/4 dibagian reff. Bagi Anda yang tidak terbiasa mendengar irama lagu seperti ini, mungkin akan menganggap lagu ini jelek. Di bagian interlude lagu suara gitar Piyu terasa meledak-ledak. Yang unik di lagu ini adalah pemakaian tribal chanting ala Afrika di beberapa bagian, termasuk bagian outtro. Menurut Piyu mungkin dia terpengaruh dengan musik-musik tribal yang pada saat itu sering ia dengarkan.


8. Sesuatu Yang Tertunda

Di lagu ini Padi bekolaborasi dengan Iwan Fals. Lagu ini juga ada di album Iwan Fals yang juga dirilis bulan Juni 2003. Untuk versi Padi, Fadly menyanyikan verse pertama sementara Iwan menyanyikan verse kedua sampai habis. Sementara untuk versi Iwan Fals, pembagiannya vokal dibalik. Aransemen lagu ini di buat sesimpel mungkin untuk menonjolkan suara vokal Fadly dan Iwan. Hadirnya Astrid sebagai vokal latar juga turut memperkaya lagu yang juga menampilkan tabuhan perkusinya Adjie Rao ini.


9. Patah

Intro di lagu ini mengingatkan kita dengan lagu "Sesuatu Yang Indah" di album kedua. Ditambah dengan sound drum yang mantap membuat musik di lagu ini semakin padat. Secara keseluruhan lagu ini bertempo slow. Namun seperti lagu-lagu lainya di album ini, ada bagian-bagian yang di buat menghentak. Di awal lagu mungkin kita merasa tarikan vokal Fadly seperti overtune. Akan tetapi itu dibuat hanya untuk penanda perpindahan dari nada minor ke mayor.


10. Repihan Hati

Piyu kembali memamerkan permainan sitar di lagu ini. Melodi lagu ini terasa catchy dengan progresi kord yang mengingatkan kita dengan lagu Bayangkanlah. Bahkan di bagian interlude, Piyu kembali mengambil nada-nada berirama padang pasir. Mungkin akan terdengar seperti lagu-lagu System Of A Down. Lagu ini menjadi penutup di album ini. Lagu terdengar menggantung, berbeda dengan lagu penutup di album sebelumnya "Kasih tak Sampai".


referensi : http://forumm.wgaul.com/showthread.php?t=13177

Minggu, 22 Juli 2012

Pure Saturday - Di Bangku Taman : Guitar Chord

CM7         FM7
Cahaya lampu kuning
     CM7         FM7
tersamar tertutup lembut...
  Dm                CM7
Menanti gerak kabut pagi...
   Dm          CM7
Tanpa awan, tanpa terang...


CM7          FM7                CM7
Terduduk tenang di bangku taman
          FM7             Dm
Setelah lelah nikmati malam
          CM7
Mata terpejam
Dm                  CM7 G
Berbaur dengan rasa kantuk yang dalam


CM7                  G
Adakah hari lain
               CM7       G
Semua takkan berubah

CM7  C#m7 DM7 D#m7 EM7 2x

BM7   C#m7 BM7   C#m7
Haa ha......Haa ha


FM7    C        FM7      C
Siang, saat panas membakar muka
      FM7    C       FM7    C          
yang penuh peluh dan luka...luka...


B A B A
E B E B (2x)
F# B F# B (2x)


FM7    C        FM7      C
Siang, saat panas membakar muka
      FM7    C       FM7    C          
yang penuh peluh dan luka...luka...
FM7    C        FM7      C
Siang, saat debu menghantam muka
      FM7    C       FM7    C          
yang penuh peluh dan luka...luka...


F#    B    F#    B    (2x)
E     D#m     C#    B


Chord Library :




Rabu, 11 Juli 2012

Pure Saturday - Kosong : Guitar Chord


Intro : G Am    10x

CM7 Dsus2
Coba untuk ulangi
Bm Em
Apa yang terjadi
CM7 Dsus2
Harap 'kan datang lagi
Bm D
Semua yang pernah terlalui
CM7 Dsus2
Bersama alam menempuh malam
Bm Em
Walau tak pernah ada kesempatan
CM7 Dsus2
Terjebak dalam jerat mengikat
Bm D
Namun tekad nyatakan bebas

Reff :
G Am
Temukan diri di dalam dunia
G Am
Tak terkira...
G Am
Semua mati dan menghilang
G Am
Terlalu pagi temukan arti


CM7 Dsus2
Jalan panjang semakin lapang
Bm Em
Hanya dahan kering yang terpanggang
CM7 Dsus2
Tak ada teman telah terpencar
Bm D
Namun waktu terus berputar

CM7 Dsus2
Peduli apa terjadi
Bm Em
Terus berlari tak terhenti
CM7 Dsus2
Untuk raih harapan
Bm D
Di dalam tangis atau tawa

G Am
Temukan diri di dalam dunia
G Am
Tak terkira....
G Am
Tak berarti tak akan pasti
G Am
Terlalu gelap...
G Am
Pergilah pulang

Riff :    G     Am    4x

G Am
Tangis atau tawa

G Am
Temukan diri di dalam dunia
G Am
Tak terkira...
G Am
Semua mati dan menghilang
G Am
Terlalu pagi temukan arti
G Am
Terlalu gelap pergilah pulang

Outro : G


Chord Library :

Am
Bm

CM 7

                      




Dsus2

Em

G
               

Senin, 02 Juli 2012

Gitar Genta : Gitar Lokal Berkualitas Internasional

Satu lagi yang membuat kita bangsa Indonesia patut berbangga. Gitar Genta gitar asli buatan Indonesia mampu di sejajarkan dengan gitar-gitar berkualitas buatan luar negeri. Gitar Genta di produksi di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Di produksi oleh PT. Genta Trikarya. Anda bisa membuka website resminya di www.gentaguitar.com.


Sejarah gitar Genta di mulai dari seorang bernama Ki Anong Naeni, seorang empu gitar dari Bandung. Pada awalnya beliau adalah seorang ahli mekanik dan elektronik. Beliau sempat bekerja pada sebuah pabrik mesin milik perusahaan Belanda pada tahun 40-an. Dan sempat pula bekerja di pabrik Nasional Gobel. Dan kemudian bersama sahabat beberapa orang, beliau mendirikan pabrik gitar Genta dan beberapa pabrik gitar lainnya di daerah Bandung. Kemudian beliau bertemu dengan Raden Mahyar dan membuat gitar 17 fret yang hanya di buat 3 buah saja. Konon gitar tersebut satu telah dibawa ke Perancis, satu lagi dibawa ke Malaysia, dan satu lagi masih ada di keluarga Raden Mahyar di Bandung. Saat ini beliau sedang istirahat bekerja dari tempat workshopnya (secco handmade guitar) di Jalan Tanjung 13 Bandung karena sudah mulai sakit dan harus lebih banyak istirahat.

Ki Anong Naeni

Namun sayang, saat ini produsen gitar lokal sedang bersaing dengan produsen gitar asal Korea dan China. Karena mereka memborong kayu-kayu lokal terbaik untuk pembuatan gitar. Para produsen lokal kalah bersaing karena para produsen asing berani membeli kayu dengan harga yang lebih mahal. Padahal dari segi kualitas Gitar Genta jauh melebihi gitar-gitar buatan Korea dan China. Kualitas Gitar Genta bisa di sejajarkan dengan gitar-gitar buatan inggris. Oleh karena itu Gitar Genta sudah sejak lama dipercaya untuk membuat gitar-gitar merk internasional seperti Brunswick, Timberline, Faith, dan Babicz. Berikut proses pembuatan gitar Genta :



Beberapa musisi yang tercatat pernah menjajal gitar Genta di antaranya Pretenders, Tim Palmieri, Steve Wilson, Nugie, Ireng Maulana, Pongki, bahkan presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono juga menggunakanya.

Berikut beberapa koleksi gitar Genta :

Genta Classic


Genta Folk


Genta Jazz


Genta Bass

sumber : gentaguitar.com

Minggu, 13 Mei 2012

Interview KOIL : Lagu Kami Tidak Serius

Berikut petikan hasil interview grup musik rock Indonesia Koil dengan harian Seputar Indonesia (SINDO) terbitan Selasa, 08 Januari 2008.

KOIL selalu punya penggemar fanatik dan loyal. Tak heran, meski empat tahun vakum, goresan cakar grup cadas asal Bandung ini belum juga pudar. Setelah Megaloblast(2001), praktis tak ada lagi rilisan Koil. Bahkan, grup ini seakan tenggelam. Bagaimana mereka bangkit dengan "Blacklight Shines On" (2007)? Dan mengapa album tersebut diedarkan secara gratis? Berikut wawancara SINDO dengan Otong, frontman band cadas ini.

Setelah enam tahun, akhirnya Koil merilis album. Apa sebenarnya yang mendasari pembuatan album ini? Mengapa begitu lama, baru merilis album lagi?
Pada dasarnya standar aja kita musisi yg selalu memproduksi musik, lama karena saya (otong) sakit parah 3 tahun lebih jadi lama sekali tertunda penyelesaiannya.

Bisa ceritakan sedikit tentang proses album ini?
Materi album sudah ada sejak 2003, karena saya sakit, byk halangan dan kejadian buruk yg memaksa kita berulangkali menghentikan proses rekaman, akhirnya awal 2007 rekaman bisa dimulai dengan intensif dan selesai sekitar agustus 2007, kita memakai 3 studio dan proses mixing akhir di rumah sendiri, hasilnya langsung disebar di internet, sementara kita terus maju untuk proses mastering untuk compact disc, untuk dapetin sound yg ideal aja biar lebih nyaman di kuping.

Konsep dari album ini sendiri?
Mengapa memilih titled Blacklight Shines On? Maksudnya?
Konsepnya kali ini untuk menyenangkan fans, jadi tema yg diambil kirakiranya tema yg menurut kita trendi aja gitu, tentang kehidupan seharihari kita di negara Indonesia yg kita cintai ini, tentang kebodohannya, kemunafikannya, tapi bukan untuk memprotes atau menentang pemerintahan atau korupsi atau apapunlah, lebih menuju ke introspeksi diri sendiri dan giat bekerja, cari makan, cari duit, mengisi hidup sama kegiatan yg positif walopun serba sulit. Judul 'blacklight' itu biar catchy aja, kita selalu pake judul bhs inggris biar masuk di katalog internasional, kalo judulnya catchy artworknya keren, gampang lakunya jualan cd di luar negeri mas.

Bisa ceritakan tema-tema yang diangkat pada materi album ini?
Tema kebodohan sebagai warga negara, tema ttg kitakita yg suka mengatasnamakan agama untuk kepentingan yg duniawi, overallnya lirik album ini dari seseorang yg bersedih, dan melihat negara ini dari kacamata orang yg cukup pintar tapi tidak puya uang, dan berusaha bangun dari kesedihannya, kemiskinannya, yah bgitulah, saya juga gak tau persisnya maxudnya apa, padahal saya yg bikin semua liriknya, membingungkan jugaa.... tanya yg lain aja yah...

Apa yang sebenarnya ingin kalian ungkapkan dari lagu-lagu yang ada?
Sebetulnya lagu-lagu ini tidak perlu dianggap serius juga, kalo kata tetangga saya si miki jegger "it's only rock'n'roll and we like it" tea Tapi karena banyak kalangan menanggapinya dgn sangat serius jadi kita repot juga menjawabnya, intinya sih lagulagu ini cukup relevan dgn kenyataan yg ada, jadi bukan untuk membuai dgn mimpimimpi seperti lagulagu nasional pada umumnya, atau seperti lagulagu siapapun yg isinya membuai kesedihan kita ditinggal pacar, atau ingin balik lagi ke pacar lama dsbnya gitu, atau membahas selingkuhan, sakit hati, cinta sejati, obyekan di bulan lebaran dkknya tea, ini liriknya untuk orgorg yg protes sama kondisi musik indonesia yg katanya tidak bermutu tea, padahal sih mnurut kita musik indonesia asikasik aja, gak ngerti juga kenapa org tuh suka dengki sama band yg lagi ngetop heheheee..... saat ini kami mengungkapkan optimisnya hidup, mungkin di album yg akan datang isinya tentang 'cara menjadi buaya darat' atau 'cara menjadi koruptor'...yah tergantung aja kita moodnya seperti apa, jadi sebaiknya jgn terlalu seriuslaaaa.... nanti gampang botak...

Ada filosofi tertentu yang ingin kalian sampaikan?
Filosofinya tentang survival, saya pikir semua lagu yg ada, film, slogan, atau apapun yg ada di negara ini semuanya tuh jauh banget sama kenyataan, semua orang dibuai untuk bermimpi tentang masa depan yg cerah, sebagian besar kaum muda itu menghadapi masa depan yg suram, jadi banyak pengangguran, atau menghabiskan duit ortu, atau jadi junkie, berbuat kejahatan dsbnya, semoga album ini bisa bikin pendengarnya bersemangat aja sih, BADAI itu PASTI tidak akan BERLALU jadi walopun banyak badai kita tetep kuat mentalnya dan tidak patah semangat hidup, dan semoga para seniman lain juga terinspirasi buat bikin lagu isinya bukan melulu protesprotes ama pemerintah, atau lagulagu tidak berdaya lainnya, kasian euy, bikin rakyat makin lembek dan makin mengemis.

Mengapa banyak berbicara mengenai kepemilikan tanah serta penguasa?
Apa kalian masih belum puas dengan kondisi saat ini?
Lagu itu bukan ttg kepemilikan tanah, tapi ttg kehausan manusia untuk selalu merasa memiliki, dan ttg kesombongan org miskin, udah jelek, miskin, belagu lagi...heheeheee....kita sih gak tau puas apa nggak, kan kondisi negara ini dari dulu sampai sekarang samasama aja, gak penting juga kok.

Ada yang unik mengenai album ini, Koil melempar kepasar secara gratis.
Mengapa kalian memilih cara seperti ini?
Biar lebih banyak pendengarnya, semakin banyak pendengar semakin banyak yg suka, semakin banyak job kita untuk show, everybody happy doongg....

Apakah karena kalian merasa musik kalian susah untuk diterima oleh industri?
Hahahahaa....lebih tepatnya industri merasa musik kita sulit diterima masyarakat kita sih sudah membuktikan musik koil diterima dimanamana, memang bukan musik pop yg lemah lembek tapi sangat diterima di Indonesia dan di dunia internasional tentunya, coba suruh band lain vakum 2 tahun aja, sudah pasti fansnya kabur semua, sedangkan fans kami sangat setia hihihii.... kita sudah perform di hadapan jutaan orang, sudah menjual kaset ratusan ribukopi, dan menjual jutaan merchandise band, koil berhenti show 4tahun karena saya sakit, kalo berandaiandai saya sehat terus bbrp tahun lalu, album gratisan ini sudah rilis dari 2005, anggap aja kita ketinggalan 4tahun, sekarang saatnya mulai lagi meramaikan panggung, kita band yg tumbuh besar dan dikenal karena show dan performance yg spektakular, dibesarkan dengan sistem mulut ke mulut, bukan band yg besar karena televisi dan promosi sesaat doang, jadi tidak pernah takut tidak diterima, dan pada saat kita tidak diterimapun... emang kita pikiriinnn....

Keyakinan kalian sendiri mengenai cara baru penjualan album ini? Bagaimana proses distribusinya?
Kan album ini gratisan, jadi sudah pasti laku mas, kita kerja sama dgn banyak media cetak dan menjadikan album ini sbg bonus majalah tsb, kita juga nggak terlalu byk bisa beriklan atau berusaha muterin videoklip di televisi, semuanya tentang koil harus cari sendiri di internet, hari gini semua orang punya akses yg mudah untuk sebuah informasi, kita punya metoda yg cukup menyenangkan banyak pihak dgn adanya cd gratis ini, distribusinya lewat majalahmajalah atau koran tadi dijadiin bonus, terutama yg kita cari majalah gratisan atau katalog gratisan, atau juga para pembajak kalo mau membajak album ini ya terserah, kita anggap itu distribusi gratis aja, kan mereka juga kalo dapet gratisan statusnya bukan sebagai pembajak lagi, cukup menyenangkan bukan?

Setelah membuat video klip dan mengisi track pada album soundtrack film Kuntilanak 2, apa rencana promosi selanjutnya yang akan kalian kerjakan?
Sebentar lagi kita shooting video klip lagi, tapi yah begitulah, promosinya seputarputar internet aja, atau di komunitaskomunitas musik yg cukup serius, sekarang kan semakin banyak televisi swasta kecil-kecil, media-media kecil, yah pokonya yg kecil kecil itulah sasaran promonya, sambil kita tour ke daerah-daerah juga, kadang kalo lagi hoki suka ada undangan perform di tv swasta nasional, intinya sih kita promo apa aja yg kita bisa, sedikit-sedikit kan sudah tentu menjadi piramid heheheee....santaii ajaa pokonyaaa....

Pandangan kalian terhadap gothic musik saat ini?
Waduuhh...kita tidak tahu menahu menempee jugaa....di indonesia jarang sekali ada musik yg katagorinya goth, kalo yg berdandan gothik mungkin banyak juga, gak masalah kok, mau musiknya keroncong dandanannya kaya drakula juga asik-asik aja buat kita sih.

Apakah kalian yakin musik kalian masih akan terus bisa bertahan?
Sejauh mana optimisme Koil? Kenapa harus yakin?
Kami lahir untuk main musik, jadi mau bertahan atau nggak tetep aja kita bikin musik terus kok, koil hanya berhenti main musik kalo ada halangan kaya contohnya saya sakit gituh, atau kalo kita males tentunya, selama punya waktu dan punya kreatifitas kita main musik terus kok, yah semoga aja Tuhan setuju yah? God bless us, always and forever.


Pure Saturday : Profil Band Indie Legendaris Indonesia

Pure Saturday adalah grup band indie yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Mungkin nama band ini masih sangat asing terdengar bagi Anda, bahkan lagu-lagunya pun pun mungkin belum pernah Anda ketahui. Namun perlu Anda ketahui, band ini terbentuk sejak tahun 1994 di Bandung dengan formasi Muhammad Suar Nasution (vokal, gitar), Aditya Ardinugraha (gitar), Yudistira Ardinugraha (drum), Ade Purnama (bass), dan Arief Hamdani (gitar). Boleh dikatakan bahwa band ini merupakan pelopor bagi lahirnya banyak grup musik indie di Indonesia.

Pure Saturday

Band ini pada awalnya bernama "Tambal Ban", nama yang kurang enak di dengar dan terdengar sangat umum. Akhirnya terpilih nama "Pure Saturday" sebagai nama baru band mereka. Nama ini diambil karena hari Sabtu merupakan hari latihan, sejak pagi hingga menjelang subuh. Jadi hari Sabtu benar-benar mereka gunakan untuk kegiatan bermusik.

Musik yang mereka bawa begitu unik dan berbeda dari kebanyakan grup musik yang ada pada saat itu (1990-an). Musik mereka simple namun catchy dan lirik yang mereka bawa mengusung tema sosial. Hal ini justru membawa angin segar bagi pecinta musik di tanah air. Pada tahun 1994 mereka mengikuti ajang "Festival Musik Unplugged" se-Jawa dan DKI Jakarta. Tidak di sangka, di ajang ini Pure Saturday mendapat Juara Pertama kategori Umum. Suatu hal yang sangat membanggakan bagi mereka. Nama Pure Saturday pun semakin dikenal. Mereka mulai banyak manggung mengisi acara-acara musik dan keluar masuk stasiun radio.

Ketenaran Pure Saturday membuat seorang produser bernama Ambari yang juga merupakan manajer dari band PAS untuk memproduseri album perdana mereka. Akhirnya pada tahun 1996 album perdana mereka "Pure Saturday" di rilis. Album ini dikerjakan secara indie dan di pasarkan secara mail order lewat sebuah majalah remaja di Jakarta. Pada awalnya album ini hanya di rilis 5000 kopi saja. Beberapa bulan kemudian setelah album ini dirilis, ada seorang produser rekaman menawari mereka untuk rekaman. Akhirnya Pure Saturday menandatangani kontrak dengan manajemen Ceepee Production.

Album perdana mereka berisi delapan lagu (Silence, Kosong, a song, Desire, Simple, Enough, Open Wide dan Coklat). Lagu Kosong terpilih untuk dibuat video klip. Album ini ternyata mendapat sambutan bagus di masayarakat. Lagu-lagu Pure Saturday dinilai sangat fresh, dan tidak mengikuti trend musik pada saat itu. Pure Saturday menyuguhkan warna musik yang lain, maksudnya diantara musik-musik keras yang sedang naik daun pada saat itu. Pure Saturday malah menyuguhkan musik yang slow tapi gahar.

Album Perdana "Pure Saturday" - 1996

Di tahun 1999 Pure Saturday merilis album kedua. Album ini di beri nama "Utopia" dan dirilis di bawah bendera Aquarius Musikindo. Album ini terdiri dari 11 lagu. Lagu berjudul "Di Bangku Taman" menjadi lagu andalan di album ini.

Album kedua "Utopia" - 1999

Karena kesibukan dengan keluarga dan bisnis, Pure Saturday sempat menghilang dari dunia musik Indonesia. Sang vokalis, Suar, meninggalkan Pure Saturday pada tahun 2004. Setelah pencarian panjang, akhirnya Satria "iyo", sang manajer band, mengisi posisi vokalis. Dengan vokalis baru, Pure Saturday akhirnya merilis album ke tiga mereka yang berjudul "Elora" pada Maret 2005 dibawah naungan FastForward Records.

Album ketiga "Elora" - 2005

Di tahun 2007 Pure Saturday kembali merilis album bertajuk "Time For A Change, Time To Move On" di bawah naungan Lil’Fish Records. Album ini berisikan 10 lagu yang di ambil dari album-album Pure Saturday sebelumnya dan 2 buah lagu baru. Album ini berfungsi sebagai sebuah retrospektif. Bagi para penggemar Pure Saturday. Lagu-lagu yang di album ini tidak perlu diceritakan lagi. Semuanya menceritakan kisah panjang perjalanan Pure Saturday dalam 11 tahun yang telah berlalu sejak dirilisnya debut album mereka. Untuk mereka fans-fans baru Pure Saturday, album ini adalah sebuah dokumentasi penting akan sebuah era "Pure Saturday".

Album keempat "Time For A Change, Time To Move On" - 2007

Mari kita dukung terus band-band indie Indonesia untuk terus berkarya dan memajukan musik Indonesia.

Sabtu, 07 April 2012

Gitar Custom Ala Band Koil

Sudah tahukah Anda dengan band Koil? Band rock yang satu ini memang selalu saja menghadirkan keunikan tersendiri di setiap aksi panggungnya. Mulai dari pemilihan kostum yang aneh, aksi nyentrik si vokalis (Verdijantoro aka Otong), aksi bagi-bagi gitar ke penonton, hingga aksi banting gitar yang hampir selalu di lakukan pada setiap konsernya.



Aksi Banting Gitar Otong Koil

Salah satu keistimewaan band ini adalah pemakaian alat musik custom. Memang sang vokalis lah yang memiliki bengkel gitar. Dari bengkel sang vokalis inilah gitar-gitar koil di buat. Aneh memang, karena Koil lebih memilih menggunakan gitar hollow body untuk menciptakan sound-sound yang berat. Pada umumnya para musisi rock menggunakan gitar solid body karena terkenal menghasilkan sound yang berat cocok untuk musik rock dan heavy metal. Bahkan pentolan band Foo Fighters Dave Grohl secara khusus memesan gitar ke perusahaan Gibson untuk membuat gitar hollow body dengan sound yang berat. Itupun desainya menurut saya kurang menarik.

Dave Grohl - Foo Fighters


Hollow Body Guitar Dave Grohl

Berikut beberapa gitar dan bass gitar custom Koil :













Senin, 26 Maret 2012

Profil KOIL : Band Rock Indonesia Yang Patut di Apresiasi

koil band
Koil adalah band beraliran rock yang berasal dari Bandung, berdiri pada tahun 1993, dengan formasi Otong (vokal), Doni (gitar), Imo (Bass), dan Leon (Drum). Sejak awal berdiri Koil memutuskan untuk membuat dan memainkan lagu-lagu ciptaan sendiri. Keputusan ini merupakan hal yang kurang lazim saat itu , karena kebanyakan band saat itu lebih sering membawakan lagu orang lain. Berikut profil, sejarah dan perjalanan band Koil.

Dengan usaha keras akhirnya Koil berhasil menciptakan beberapa buah lagu dan pada tahun 1994 dengan dana yang minim Koil bisa masuk studio rekaman dan merekam sekitar 8 buah lagu. Kemudian lagu-lagu itu dirilis dalam single yang berjudul "Demo From Nowhere". Kaset ini hanya diedarkan terbatas, selain karena keterbatasan dana juga karena saat itu Koil kesulitan untuk mendapatkan tempat untuk menjual kaset tersebut. Satu-satunya tempat yang mau memasarkannya adalah Reverse Outfits, sebuah toko kepunyaan Richard Mutter (ex drummer Pas band).

Pada tahun 1996, seorang produser bernama Budi Soesatio dari label Project Q (label yang mengeluarkan album Slank 1-3) tertarik untuk merilis album Koil dan mengkontrak Koil sebanyak 2 album. Maka pada bulan September 1996 Koil merilis full albumnya yang pertama yang berjudul “KOIL”, lagu-lagu di album ini sebagian diambil dari single Demo From Nowhere.

Album ini mendapat tanggapan positif dari khalayak musik Indonesia terutama pencinta musik rock, karena musik dan lirik nya dianggap tonggak baru dalam kancah musik rock Indonesia. Musik yang diusung Koil adalah musik rock yang dipenuhi dengan sampling sampling suara. Sampling itu tidak hanya berasal dari instrumen musik tapi juga dari suara-suara yang ada disekitar kita seperti suara air, suara besi dipukul, suara panci dipukul suara-suara binatang, suara orang pidato, dll, yang digarap dengan penggunaan teknik sampling yang apik . Dari segi lirik, penulisan lirik-lirik yang mengekspresian kekosongan hati, kegelapan dan kehampaan cinta yang dituangkan dalam bait-bait lirik berbahasa Indonesia, menjadi suatu nilai plus bagi koil karena lirik bahasa Indonesia masih jarang dipakai untuk jenis musik rock seperti Koil.

Kerjasama Project Q dan Koil sebenarnya masih menyisakan 1 buah album lagi tapi karena dihadang krisis moneter menyebabkan Project Q tidak dapat memproduksi album ke-2 Koil. Akhirnya pada tahun 1998 Koil memutuskan untuk keluar dari Project Q.

Setelah keluar dari Project Q, Koil merilis single Kesepian ini Abadi di bawah label Apocalypse Record. Sebuah label yang dibuat oleh Otong (Koil) dan Adam (Kubik). Kaset single ini pun diedarkan secara indie melalui jaringan distro-distro underground yang saat itu sudah mulai banyak bermunculan di kota-kota besar,

Dirilisnya album ini membuat nama Koil kembali naik ke permukaan ditandai dengan banyaknya tawaran manggung yang datang. Seiring dengan itu, Koil mencoba konsep baru dalam pertunjukannya yaitu dengan memasukan unsur-unsur lain dalam pertunjukannya yaitu fashion dan tarian . Unsur fashion yang mendapat perhatian besar dari Koil adalah penggunaan kostum khusus dalam setiap penampilannya. Kostum dari kulit, berwarna hitam , penuh asesoris logam , sepatu boots tinggi , membuat penampilan Koil berbeda dengan band-band lainnya. Ditambah lagi dengan aksi para penari wanita yang berpakaian seksi membuat pertunjukan semakin menarik. hal ini akhirnya menjadi trademark bagi Koil, sebagai band rock pertama di Indonesia yang memadukan fashion, tari dan musik pada saat manggung.

Setelah merilis single ini, Koil kembali masuk studio rekaman untuk menyelesaikan materi lagu untuk album berikutnya, diselingi juga dengan membantu para musisi lain diantaranya meremix lagu dari Puppen, Burger Kill, Jasad. Lagu-lagu Koil juga masuk di beberapa kompilasi seperti: Best Alternative Indonesia (Aquarius Musikindo), Ticket To Ride (Spills Record), Kompilasi Viking-Persib.

Pada bulan Februari 2001, setelah melewati perjuangan keras yang penuh tantangan seperti kesulitan dana rekaman, minimnya peralatan musik, teknologi rekaman yang baru , dalam pembuatan album akhirnya Koil merilis full albumnya yang ke-2 yang berjudul Megaloblast dibawah label Apocalypse Record. Album ini berisikan 10 buah lagu dan berbungkus artwork kover yang sangat apik, berwarna dominan putih bergambar muka seorang wanita.

Megaloblast (2001)

Pada saat pertama dirilis pendistribusian kaset ini dilakukan hanya lewat jaringan distro-distro underground di Jakarta dan Bandung ,pemesanan melalui pos, dan beberapa toko kaset . Cara ini terpaksa ditempuh oleh Koil yaitu untuk menekan biaya pendistribusian Tapi walaupun dengan cara seperti ini album Megalobalst dapat terjual sekitar 15 ribu kopi (sebuah angka yang cukup besar untuk ukuran indie label dan cara pendistribusian seperti ini).

Angka penjualan ini didukung oleh promo yang gencar yaitu dengan membuat ribuan poster dan baligo yang di pasang di jalan-jalan utama, untuk melakukan promosi seperti ini Koil dibantu banyak pihak seperti distro-distro, radio, majalah, dan yang mengundang kontroversi adalah bantuan dari Restoran McDonalds Cihampelas Bandung (restoran McDonalds dimusuhi komunitas underground di bandung saat itu). Store Manager restoran McDonalds saat itu adalah Wisnu Aji Nugroho aka Wayank (pendiri band/clothing citysounds) kabarnya adalah sahabat Koil

Setelah itu untuk menambah tingkat penjualannya, Koil membuat video klip untuk lagu Mendekati Surga dan klip itu dikirim ke MTV, tidak disangka-sangka ternyata klip itu mendapat tanggapan positif dari pihak MTV (saat itu MTV belum menayangkan klip-klip band indie). Setelah beberapa kali ditayangkangkan, klip ini mendapat respon yang sangat tinggi di MTV, (bahkan menurut pihak MTV melebihi request terhadap lagu Linkin Park), Hal itu membuat pihak MTV mengundang Koil untuk tampil dalam acara MTV Musik Award 2003.

Melihat potensi ini, pada bulan Oktober 2003 sebuah label yaitu Alfa Record menawarkan kerjasama untuk merilis kembali album Megaloblast dengan pendistribusian yang lebih luas yaitu seluruh Indonesia. Akhirnya pada bulan Desember 2003 album Megaloblast dirilis kembali dengan penambahan 2 buah lagu remix dan perubahan artwork kover album, menjadi berwarna hitam, oleh karena itu album ini sering disebut MEGALOBLACK. Untuk menambah tingkat penjualan, Koil membuat 2 buah video klip lagi yaitu untuk lagu Kita Dapat Diselamatkan dan lagu Dosa Ini Tak Akan Berhenti. Kedua video klip ini di buat oleh rumah produksi “Cerah Hati”.

Peredaran kaset Koil secara nasional membuat orang makin mudah mendapatkan kaset Koil maka dengan sendirinya penjualan kaset Koil terus meningkat. Keadaan ini membuat Koil semakin dikenal di dunia musik Indonesia, sebagai salah satu band indie yang dapat disejajarkan dengan band-band major label. Prestasi Koil ini mendapat perhatian dari majalah Times Asia, sehingga dalam salah satu tulisannya menyebut Koil sebagai salah satu band rock masa depan Indonesia,

Pada tahun 2003-2004 Koil banyak diundang untuk tampil di acara-acara seperti Nescafe Musik Asik, Ulang tahun ke -20 tahun Slank di Stadion Lebak Bulus, Pekan Raya Jakarta dan Pensi-Pensi SMU di Jakarta dan Bandung.

Di pertengahan tahun 2005 sekitar bulan Juni, Koil merilis 2 buah single terbarunya yang berjudul Hiburan Ringan Part 1 dan Hiburan Ringan Part II.

Blacklight Shines On (2007)

Setelah era keemasan Megaloblast, pertengahan tahun 2007 Koil menggebrak industri musik dengan kemunculan album Blacklight Shines On yang tidak didistribusikan melalui cara konvensional dalam bentuk kaset dan CD tetapi melalui download gratis di internet. Menggandeng Deathrockstar.info, mereka merilis satu persatu lagu yang terdapat di album Blacklight Shines On. Cara ini ternyata menarik sebuah label minuman internasional yang memutuskan untuk membuat CD fisik dari album ini dan membuat sebuah tour kecil dibeberapa kota.

Tiga tahun setelah rilisnya Blacklight Shines On, sejarah kembali berulang, Koil kembali dilirik label mainstream. Nagaswara menawarkan Koil untuk merilis ulang dan mendistribusikan album secara nasional. Tawaran diterima, Blacklight Shines On menghiasi rak-rak toko-toko CD dan kaset di seluruh Indonesia pada tahun 2010.

Koil tidak hanya menyentuh para penggemarnya melalui album tapi juga melalui single-single yang dirilis melalui kompilasi lokal, soundtrack-soundtrack film dan juga video klip yang ditayangkan secara nasional. Nama Koil juga banyak menghiasi panggung-panggung kecil maupun panggung besar yang melibatkan artis-artis nasional lainnya. Salah satu panggung yang paling mengesankan baru saja terjadi pada Februari 2011 di Bandung, kota kelahiran mereka sendiri. Koil memuaskan lebih dari 3000 orang penggemarnya melalui sebuah konser tunggal yang dimotori oleh sebuah perusahaan rokok nasional bertajuk Koil Killer Concert 2011.