Padi - Save My Soul : Album Review - fery menulis Padi - Save My Soul : Album Review ~ fery menulis

Sabtu, 06 Oktober 2012

Padi - Save My Soul : Album Review


Padi adalah band asal Surabaya yang terbentuk pada tanggal 8 April 1997. Band ini digawangi oleh lima mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya. Mereka adalah Satriyo Yudi Wahono (Piyu) gitar, Ari Tri Sosianto gitar, Rindra Risyanto Noor bass, Andi Fadly Arifuddin vokal, dan Surendro Prasetyo drum. Di awal kemunculanya Padi membawa angin segar di dunia musik Indonesia. Padi menawarkan musik yang lebih kompleks dan aransemen gitar yang lebih kaya. Hal ini berbeda dengan kebanyakan band Indonesia tahun 1990-an yang musik mereka di dominasi oleh permainan keyboard/organ sehingga lagu-lagu yang dimainkan cenderung bertempo lambat. Seperti tampak pada band Dewa 19, KLA, dan Kahitna.

Padi
Padi justru membuat formasi yang berbeda, yaitu dengan dua pemain gitar dan tanpa pemain keyboard. Formasi ini membuat eksplorasi pada gitar menjadi lebih dominan. Sehingga lagu-lagu yang dihasilkan cenderung lebih kompleks dan bertempo cepat. Apalagi dengan adanya dua gitaris Satriyo Yudi Wahono (Piyu) dan Ari Tri Sosianto yang memiliki karakter bermain gitar yang berbeda. Sehingga tidak jarang pada satu lagu terdapat dua aransemen gitar yang berbeda saling bersahutan.

Padi, Save My Soul, album, cover
Padi - Save My Soul (2003)

Pada artikel kali ini saya mencoba untuk me-review album ketiga padi yang bertajuk Save My Soul. Ini adalah album ketiga Padi setelah kesuksesan dua album sebelumnya Lain Dunia (1999) dan Sesuatu Yang Tertunda (2001).  Album Save My Soul di luncurkan pada tanggal 18 Juni 2003. Di album ini Padi mencoba menawarkan musik yang benar-benar berbeda dengan dua album sebelumnya. Berbeda dengan dua album sebelumnya yang di dominasi dengan tema cinta, di album ini Padi menawarkan tema yang berbeda. Album Save My Soul berisi sepuluh lagu bertemakan kehidupan, kehilangan, kesedihan, dan penderitaan. Tema yang di anggap cukup berat untuk musik pop Indonesia.

Berikut adalah review sepuluh lagu Padi yang ada di album Save My Soul :

1. Ketakjuban 

Lagu pertama di album ini adalah pilihan dari sang gitaris Piyu. "Biar menghentak!" ujarnya. Di sini gendang telinga kita langsung di hentak dengan gimmick melodi gitar besutan Piyu. Ditambah dengan aransemen gitar Ari yang tidak kalah riuh di bagian latar. Lagu ini seakan menjadi pembuka bagi lagu-lagu berikutnya yang juga tidak kalah menghentak. Anda mungkin akan terkecoh dengan intro lagu ini yang membawa aroma rock modern masa kini. Di bagian tengah lagu, Anda akan terseret "mundur" ke gaya rock progresif. Lengkingan suara Fadly kental sekali dengan vokalis U2, Bono di awal-awal karirnya.


2. Hitam 

Lagu ini merupakan single pertama di album ini. Menurut sang gitaris Piyu, lagu ini bercerita tentang kematian. Lagu ini terinspirasi dari mimpi Piyu dan Fadly pada suatu saat, yang menceritakan kebingungan antara kehidupan dan kematian. Lagu ini menawarkan suasana dark dengan isian gitar yang kompleks. Aransemen gitar di lagu ini cenderung gahar jauh berbeda dengan format musik Padi di dua album sebelumnya. Satu-satunya ciri musik Padi yang masih terasa aalah tarikan suara vokal Fadly yang melengking. Meski menjadi single pertama, lagu ini tergolong berat.


3. Rapuh

Lagu ini diawali dengan intro yang sangat manis yang di besut lewat saksofon tiupan Kiernan Box (musisi Australia). Ide menggunakan saksofon pada intro lagu berasal dari sang bassis Rindra. Cocok dengan judulnya, aransemen musik di lagu ini membawa nuansa kerapuhan. Fadly membawakan lagu ini dengan suara vokal yang lirih dengan di iringi piano oleh sang drummer Yoyo. Sampai di tengah lagu kita akan di bawa ke keriuhan dan keramain dengan dentuman gitar dan bass yang menggebrak. Lagu ini mampu membawa mood kita dari titik terendah ke titik tertinggi. Lagu ini menjadi lagu terbaik di album ini menurut saya.


4. Di Atas Bumi Kita Berpijak

Mungkin Anda pernah mendengar lagu Peagent Poetry dari Bjork. Lagu ini sedikit membawa nuansa di lagu itu lewat nada-nada vokal Fadly. Ritme lagu ini di bangun dari suara perkusi. Lagu ini mengingatkan kita dengan lagu In The Name Of The Father milik U2. Lagu ini dipenuhi dengan sound gitar Ari yang memenuhi semua sudut lagu sepenuhnya. Terdengar berisik namun sangat apik.


5. Cahaya Mata 

Lagu ini merupakan lagu yang paling berbeda di album ini. Sound dan aransemenya di buat unik dan terasa vintage. Suara drum Yoyo di buat mono. Sementara itu kita dapat mendengar vokal Fadly dalam sebuah warna yang beda. Sekilas mendengar lagu ini seakan-akan mirip lagu-lagu slow band Naif. Untuk proses mixing Piyu sempet mempelajari kulikan mixing dari album The Beatles, Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band. Judul lagu Cahaya Mata di ambil dari istilah orang melayu Malaysia untuk anak.


6. Menanti Keajaiban

Kita kembali mendengar ciri khas musik Padi melalui lagu ini. Sepintas lagu ini mirip dengan lagu "Perjalanan Ini" di album kedua Padi. Di lagu ini Piyu memainkan instrumen sitar elektrik dan Ari mengisi gitar di bagian intro. Kata Piyu lagu menceritaka tentang keresahan seseorang. Lirik lagu ini menceritakan tentang perbincangan seseorang dengan guardian angel-nya. Lagu yang sangat unik.


7. Menjadi Bijak 

Merupakan satu-satunya lagu yang bernuansa "Terang". Di lagu ini Yoyo menunjukkan kelasnya sebagai drummer. Di awali denga birama aneh 5/8 di awal lagu yang mendadak berubah menjadi + dan kemudian berubah lagi menjadi 4/4 dibagian reff. Bagi Anda yang tidak terbiasa mendengar irama lagu seperti ini, mungkin akan menganggap lagu ini jelek. Di bagian interlude lagu suara gitar Piyu terasa meledak-ledak. Yang unik di lagu ini adalah pemakaian tribal chanting ala Afrika di beberapa bagian, termasuk bagian outtro. Menurut Piyu mungkin dia terpengaruh dengan musik-musik tribal yang pada saat itu sering ia dengarkan.


8. Sesuatu Yang Tertunda

Di lagu ini Padi bekolaborasi dengan Iwan Fals. Lagu ini juga ada di album Iwan Fals yang juga dirilis bulan Juni 2003. Untuk versi Padi, Fadly menyanyikan verse pertama sementara Iwan menyanyikan verse kedua sampai habis. Sementara untuk versi Iwan Fals, pembagiannya vokal dibalik. Aransemen lagu ini di buat sesimpel mungkin untuk menonjolkan suara vokal Fadly dan Iwan. Hadirnya Astrid sebagai vokal latar juga turut memperkaya lagu yang juga menampilkan tabuhan perkusinya Adjie Rao ini.


9. Patah

Intro di lagu ini mengingatkan kita dengan lagu "Sesuatu Yang Indah" di album kedua. Ditambah dengan sound drum yang mantap membuat musik di lagu ini semakin padat. Secara keseluruhan lagu ini bertempo slow. Namun seperti lagu-lagu lainya di album ini, ada bagian-bagian yang di buat menghentak. Di awal lagu mungkin kita merasa tarikan vokal Fadly seperti overtune. Akan tetapi itu dibuat hanya untuk penanda perpindahan dari nada minor ke mayor.


10. Repihan Hati

Piyu kembali memamerkan permainan sitar di lagu ini. Melodi lagu ini terasa catchy dengan progresi kord yang mengingatkan kita dengan lagu Bayangkanlah. Bahkan di bagian interlude, Piyu kembali mengambil nada-nada berirama padang pasir. Mungkin akan terdengar seperti lagu-lagu System Of A Down. Lagu ini menjadi penutup di album ini. Lagu terdengar menggantung, berbeda dengan lagu penutup di album sebelumnya "Kasih tak Sampai".


referensi : http://forumm.wgaul.com/showthread.php?t=13177

3 komentar:

tambahan om..klo boleh..hehe
pas pertama dengar lagu cahaya mata 'I think it was Radiohead' :))

@Pay_yabo mantabz...saya juga suka banget sama Radiohead.

Padi memang is the best.gak ada samanya

Posting Komentar