hoodie korea, kshop, fashion korea, baju korea, jaket korea, tas import, terbaru, toko online, murah, cardigan

Kembali Menulis

Setelah sekian lama vakum dari dunia blog karena kesibukan. Saya mencoba untuk aktif kembali menulis di blog. Semoga dengan hadirnya blog baru saya ini dapat menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan pengalaman bagi Anda semua.

Catatan

Tempat saya berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk Anda semua. Semoga Bermanfaat.

Blog

Artikel blog ilmu pengetahuan dan teknologi.

Artikel Islam

Kumpulan artikel agama islam untuk menambah pengetahuan Anda dalam agama Islam.

Music

Informasi seputar dunia musik ada disini.

Tampilkan postingan dengan label blacklight shines on. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blacklight shines on. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Mei 2012

Interview KOIL : Lagu Kami Tidak Serius

Berikut petikan hasil interview grup musik rock Indonesia Koil dengan harian Seputar Indonesia (SINDO) terbitan Selasa, 08 Januari 2008.

KOIL selalu punya penggemar fanatik dan loyal. Tak heran, meski empat tahun vakum, goresan cakar grup cadas asal Bandung ini belum juga pudar. Setelah Megaloblast(2001), praktis tak ada lagi rilisan Koil. Bahkan, grup ini seakan tenggelam. Bagaimana mereka bangkit dengan "Blacklight Shines On" (2007)? Dan mengapa album tersebut diedarkan secara gratis? Berikut wawancara SINDO dengan Otong, frontman band cadas ini.

Setelah enam tahun, akhirnya Koil merilis album. Apa sebenarnya yang mendasari pembuatan album ini? Mengapa begitu lama, baru merilis album lagi?
Pada dasarnya standar aja kita musisi yg selalu memproduksi musik, lama karena saya (otong) sakit parah 3 tahun lebih jadi lama sekali tertunda penyelesaiannya.

Bisa ceritakan sedikit tentang proses album ini?
Materi album sudah ada sejak 2003, karena saya sakit, byk halangan dan kejadian buruk yg memaksa kita berulangkali menghentikan proses rekaman, akhirnya awal 2007 rekaman bisa dimulai dengan intensif dan selesai sekitar agustus 2007, kita memakai 3 studio dan proses mixing akhir di rumah sendiri, hasilnya langsung disebar di internet, sementara kita terus maju untuk proses mastering untuk compact disc, untuk dapetin sound yg ideal aja biar lebih nyaman di kuping.

Konsep dari album ini sendiri?
Mengapa memilih titled Blacklight Shines On? Maksudnya?
Konsepnya kali ini untuk menyenangkan fans, jadi tema yg diambil kirakiranya tema yg menurut kita trendi aja gitu, tentang kehidupan seharihari kita di negara Indonesia yg kita cintai ini, tentang kebodohannya, kemunafikannya, tapi bukan untuk memprotes atau menentang pemerintahan atau korupsi atau apapunlah, lebih menuju ke introspeksi diri sendiri dan giat bekerja, cari makan, cari duit, mengisi hidup sama kegiatan yg positif walopun serba sulit. Judul 'blacklight' itu biar catchy aja, kita selalu pake judul bhs inggris biar masuk di katalog internasional, kalo judulnya catchy artworknya keren, gampang lakunya jualan cd di luar negeri mas.

Bisa ceritakan tema-tema yang diangkat pada materi album ini?
Tema kebodohan sebagai warga negara, tema ttg kitakita yg suka mengatasnamakan agama untuk kepentingan yg duniawi, overallnya lirik album ini dari seseorang yg bersedih, dan melihat negara ini dari kacamata orang yg cukup pintar tapi tidak puya uang, dan berusaha bangun dari kesedihannya, kemiskinannya, yah bgitulah, saya juga gak tau persisnya maxudnya apa, padahal saya yg bikin semua liriknya, membingungkan jugaa.... tanya yg lain aja yah...

Apa yang sebenarnya ingin kalian ungkapkan dari lagu-lagu yang ada?
Sebetulnya lagu-lagu ini tidak perlu dianggap serius juga, kalo kata tetangga saya si miki jegger "it's only rock'n'roll and we like it" tea Tapi karena banyak kalangan menanggapinya dgn sangat serius jadi kita repot juga menjawabnya, intinya sih lagulagu ini cukup relevan dgn kenyataan yg ada, jadi bukan untuk membuai dgn mimpimimpi seperti lagulagu nasional pada umumnya, atau seperti lagulagu siapapun yg isinya membuai kesedihan kita ditinggal pacar, atau ingin balik lagi ke pacar lama dsbnya gitu, atau membahas selingkuhan, sakit hati, cinta sejati, obyekan di bulan lebaran dkknya tea, ini liriknya untuk orgorg yg protes sama kondisi musik indonesia yg katanya tidak bermutu tea, padahal sih mnurut kita musik indonesia asikasik aja, gak ngerti juga kenapa org tuh suka dengki sama band yg lagi ngetop heheheee..... saat ini kami mengungkapkan optimisnya hidup, mungkin di album yg akan datang isinya tentang 'cara menjadi buaya darat' atau 'cara menjadi koruptor'...yah tergantung aja kita moodnya seperti apa, jadi sebaiknya jgn terlalu seriuslaaaa.... nanti gampang botak...

Ada filosofi tertentu yang ingin kalian sampaikan?
Filosofinya tentang survival, saya pikir semua lagu yg ada, film, slogan, atau apapun yg ada di negara ini semuanya tuh jauh banget sama kenyataan, semua orang dibuai untuk bermimpi tentang masa depan yg cerah, sebagian besar kaum muda itu menghadapi masa depan yg suram, jadi banyak pengangguran, atau menghabiskan duit ortu, atau jadi junkie, berbuat kejahatan dsbnya, semoga album ini bisa bikin pendengarnya bersemangat aja sih, BADAI itu PASTI tidak akan BERLALU jadi walopun banyak badai kita tetep kuat mentalnya dan tidak patah semangat hidup, dan semoga para seniman lain juga terinspirasi buat bikin lagu isinya bukan melulu protesprotes ama pemerintah, atau lagulagu tidak berdaya lainnya, kasian euy, bikin rakyat makin lembek dan makin mengemis.

Mengapa banyak berbicara mengenai kepemilikan tanah serta penguasa?
Apa kalian masih belum puas dengan kondisi saat ini?
Lagu itu bukan ttg kepemilikan tanah, tapi ttg kehausan manusia untuk selalu merasa memiliki, dan ttg kesombongan org miskin, udah jelek, miskin, belagu lagi...heheeheee....kita sih gak tau puas apa nggak, kan kondisi negara ini dari dulu sampai sekarang samasama aja, gak penting juga kok.

Ada yang unik mengenai album ini, Koil melempar kepasar secara gratis.
Mengapa kalian memilih cara seperti ini?
Biar lebih banyak pendengarnya, semakin banyak pendengar semakin banyak yg suka, semakin banyak job kita untuk show, everybody happy doongg....

Apakah karena kalian merasa musik kalian susah untuk diterima oleh industri?
Hahahahaa....lebih tepatnya industri merasa musik kita sulit diterima masyarakat kita sih sudah membuktikan musik koil diterima dimanamana, memang bukan musik pop yg lemah lembek tapi sangat diterima di Indonesia dan di dunia internasional tentunya, coba suruh band lain vakum 2 tahun aja, sudah pasti fansnya kabur semua, sedangkan fans kami sangat setia hihihii.... kita sudah perform di hadapan jutaan orang, sudah menjual kaset ratusan ribukopi, dan menjual jutaan merchandise band, koil berhenti show 4tahun karena saya sakit, kalo berandaiandai saya sehat terus bbrp tahun lalu, album gratisan ini sudah rilis dari 2005, anggap aja kita ketinggalan 4tahun, sekarang saatnya mulai lagi meramaikan panggung, kita band yg tumbuh besar dan dikenal karena show dan performance yg spektakular, dibesarkan dengan sistem mulut ke mulut, bukan band yg besar karena televisi dan promosi sesaat doang, jadi tidak pernah takut tidak diterima, dan pada saat kita tidak diterimapun... emang kita pikiriinnn....

Keyakinan kalian sendiri mengenai cara baru penjualan album ini? Bagaimana proses distribusinya?
Kan album ini gratisan, jadi sudah pasti laku mas, kita kerja sama dgn banyak media cetak dan menjadikan album ini sbg bonus majalah tsb, kita juga nggak terlalu byk bisa beriklan atau berusaha muterin videoklip di televisi, semuanya tentang koil harus cari sendiri di internet, hari gini semua orang punya akses yg mudah untuk sebuah informasi, kita punya metoda yg cukup menyenangkan banyak pihak dgn adanya cd gratis ini, distribusinya lewat majalahmajalah atau koran tadi dijadiin bonus, terutama yg kita cari majalah gratisan atau katalog gratisan, atau juga para pembajak kalo mau membajak album ini ya terserah, kita anggap itu distribusi gratis aja, kan mereka juga kalo dapet gratisan statusnya bukan sebagai pembajak lagi, cukup menyenangkan bukan?

Setelah membuat video klip dan mengisi track pada album soundtrack film Kuntilanak 2, apa rencana promosi selanjutnya yang akan kalian kerjakan?
Sebentar lagi kita shooting video klip lagi, tapi yah begitulah, promosinya seputarputar internet aja, atau di komunitaskomunitas musik yg cukup serius, sekarang kan semakin banyak televisi swasta kecil-kecil, media-media kecil, yah pokonya yg kecil kecil itulah sasaran promonya, sambil kita tour ke daerah-daerah juga, kadang kalo lagi hoki suka ada undangan perform di tv swasta nasional, intinya sih kita promo apa aja yg kita bisa, sedikit-sedikit kan sudah tentu menjadi piramid heheheee....santaii ajaa pokonyaaa....

Pandangan kalian terhadap gothic musik saat ini?
Waduuhh...kita tidak tahu menahu menempee jugaa....di indonesia jarang sekali ada musik yg katagorinya goth, kalo yg berdandan gothik mungkin banyak juga, gak masalah kok, mau musiknya keroncong dandanannya kaya drakula juga asik-asik aja buat kita sih.

Apakah kalian yakin musik kalian masih akan terus bisa bertahan?
Sejauh mana optimisme Koil? Kenapa harus yakin?
Kami lahir untuk main musik, jadi mau bertahan atau nggak tetep aja kita bikin musik terus kok, koil hanya berhenti main musik kalo ada halangan kaya contohnya saya sakit gituh, atau kalo kita males tentunya, selama punya waktu dan punya kreatifitas kita main musik terus kok, yah semoga aja Tuhan setuju yah? God bless us, always and forever.


Senin, 26 Maret 2012

Profil KOIL : Band Rock Indonesia Yang Patut di Apresiasi

koil band
Koil adalah band beraliran rock yang berasal dari Bandung, berdiri pada tahun 1993, dengan formasi Otong (vokal), Doni (gitar), Imo (Bass), dan Leon (Drum). Sejak awal berdiri Koil memutuskan untuk membuat dan memainkan lagu-lagu ciptaan sendiri. Keputusan ini merupakan hal yang kurang lazim saat itu , karena kebanyakan band saat itu lebih sering membawakan lagu orang lain. Berikut profil, sejarah dan perjalanan band Koil.

Dengan usaha keras akhirnya Koil berhasil menciptakan beberapa buah lagu dan pada tahun 1994 dengan dana yang minim Koil bisa masuk studio rekaman dan merekam sekitar 8 buah lagu. Kemudian lagu-lagu itu dirilis dalam single yang berjudul "Demo From Nowhere". Kaset ini hanya diedarkan terbatas, selain karena keterbatasan dana juga karena saat itu Koil kesulitan untuk mendapatkan tempat untuk menjual kaset tersebut. Satu-satunya tempat yang mau memasarkannya adalah Reverse Outfits, sebuah toko kepunyaan Richard Mutter (ex drummer Pas band).

Pada tahun 1996, seorang produser bernama Budi Soesatio dari label Project Q (label yang mengeluarkan album Slank 1-3) tertarik untuk merilis album Koil dan mengkontrak Koil sebanyak 2 album. Maka pada bulan September 1996 Koil merilis full albumnya yang pertama yang berjudul “KOIL”, lagu-lagu di album ini sebagian diambil dari single Demo From Nowhere.

Album ini mendapat tanggapan positif dari khalayak musik Indonesia terutama pencinta musik rock, karena musik dan lirik nya dianggap tonggak baru dalam kancah musik rock Indonesia. Musik yang diusung Koil adalah musik rock yang dipenuhi dengan sampling sampling suara. Sampling itu tidak hanya berasal dari instrumen musik tapi juga dari suara-suara yang ada disekitar kita seperti suara air, suara besi dipukul, suara panci dipukul suara-suara binatang, suara orang pidato, dll, yang digarap dengan penggunaan teknik sampling yang apik . Dari segi lirik, penulisan lirik-lirik yang mengekspresian kekosongan hati, kegelapan dan kehampaan cinta yang dituangkan dalam bait-bait lirik berbahasa Indonesia, menjadi suatu nilai plus bagi koil karena lirik bahasa Indonesia masih jarang dipakai untuk jenis musik rock seperti Koil.

Kerjasama Project Q dan Koil sebenarnya masih menyisakan 1 buah album lagi tapi karena dihadang krisis moneter menyebabkan Project Q tidak dapat memproduksi album ke-2 Koil. Akhirnya pada tahun 1998 Koil memutuskan untuk keluar dari Project Q.

Setelah keluar dari Project Q, Koil merilis single Kesepian ini Abadi di bawah label Apocalypse Record. Sebuah label yang dibuat oleh Otong (Koil) dan Adam (Kubik). Kaset single ini pun diedarkan secara indie melalui jaringan distro-distro underground yang saat itu sudah mulai banyak bermunculan di kota-kota besar,

Dirilisnya album ini membuat nama Koil kembali naik ke permukaan ditandai dengan banyaknya tawaran manggung yang datang. Seiring dengan itu, Koil mencoba konsep baru dalam pertunjukannya yaitu dengan memasukan unsur-unsur lain dalam pertunjukannya yaitu fashion dan tarian . Unsur fashion yang mendapat perhatian besar dari Koil adalah penggunaan kostum khusus dalam setiap penampilannya. Kostum dari kulit, berwarna hitam , penuh asesoris logam , sepatu boots tinggi , membuat penampilan Koil berbeda dengan band-band lainnya. Ditambah lagi dengan aksi para penari wanita yang berpakaian seksi membuat pertunjukan semakin menarik. hal ini akhirnya menjadi trademark bagi Koil, sebagai band rock pertama di Indonesia yang memadukan fashion, tari dan musik pada saat manggung.

Setelah merilis single ini, Koil kembali masuk studio rekaman untuk menyelesaikan materi lagu untuk album berikutnya, diselingi juga dengan membantu para musisi lain diantaranya meremix lagu dari Puppen, Burger Kill, Jasad. Lagu-lagu Koil juga masuk di beberapa kompilasi seperti: Best Alternative Indonesia (Aquarius Musikindo), Ticket To Ride (Spills Record), Kompilasi Viking-Persib.

Pada bulan Februari 2001, setelah melewati perjuangan keras yang penuh tantangan seperti kesulitan dana rekaman, minimnya peralatan musik, teknologi rekaman yang baru , dalam pembuatan album akhirnya Koil merilis full albumnya yang ke-2 yang berjudul Megaloblast dibawah label Apocalypse Record. Album ini berisikan 10 buah lagu dan berbungkus artwork kover yang sangat apik, berwarna dominan putih bergambar muka seorang wanita.

Megaloblast (2001)

Pada saat pertama dirilis pendistribusian kaset ini dilakukan hanya lewat jaringan distro-distro underground di Jakarta dan Bandung ,pemesanan melalui pos, dan beberapa toko kaset . Cara ini terpaksa ditempuh oleh Koil yaitu untuk menekan biaya pendistribusian Tapi walaupun dengan cara seperti ini album Megalobalst dapat terjual sekitar 15 ribu kopi (sebuah angka yang cukup besar untuk ukuran indie label dan cara pendistribusian seperti ini).

Angka penjualan ini didukung oleh promo yang gencar yaitu dengan membuat ribuan poster dan baligo yang di pasang di jalan-jalan utama, untuk melakukan promosi seperti ini Koil dibantu banyak pihak seperti distro-distro, radio, majalah, dan yang mengundang kontroversi adalah bantuan dari Restoran McDonalds Cihampelas Bandung (restoran McDonalds dimusuhi komunitas underground di bandung saat itu). Store Manager restoran McDonalds saat itu adalah Wisnu Aji Nugroho aka Wayank (pendiri band/clothing citysounds) kabarnya adalah sahabat Koil

Setelah itu untuk menambah tingkat penjualannya, Koil membuat video klip untuk lagu Mendekati Surga dan klip itu dikirim ke MTV, tidak disangka-sangka ternyata klip itu mendapat tanggapan positif dari pihak MTV (saat itu MTV belum menayangkan klip-klip band indie). Setelah beberapa kali ditayangkangkan, klip ini mendapat respon yang sangat tinggi di MTV, (bahkan menurut pihak MTV melebihi request terhadap lagu Linkin Park), Hal itu membuat pihak MTV mengundang Koil untuk tampil dalam acara MTV Musik Award 2003.

Melihat potensi ini, pada bulan Oktober 2003 sebuah label yaitu Alfa Record menawarkan kerjasama untuk merilis kembali album Megaloblast dengan pendistribusian yang lebih luas yaitu seluruh Indonesia. Akhirnya pada bulan Desember 2003 album Megaloblast dirilis kembali dengan penambahan 2 buah lagu remix dan perubahan artwork kover album, menjadi berwarna hitam, oleh karena itu album ini sering disebut MEGALOBLACK. Untuk menambah tingkat penjualan, Koil membuat 2 buah video klip lagi yaitu untuk lagu Kita Dapat Diselamatkan dan lagu Dosa Ini Tak Akan Berhenti. Kedua video klip ini di buat oleh rumah produksi “Cerah Hati”.

Peredaran kaset Koil secara nasional membuat orang makin mudah mendapatkan kaset Koil maka dengan sendirinya penjualan kaset Koil terus meningkat. Keadaan ini membuat Koil semakin dikenal di dunia musik Indonesia, sebagai salah satu band indie yang dapat disejajarkan dengan band-band major label. Prestasi Koil ini mendapat perhatian dari majalah Times Asia, sehingga dalam salah satu tulisannya menyebut Koil sebagai salah satu band rock masa depan Indonesia,

Pada tahun 2003-2004 Koil banyak diundang untuk tampil di acara-acara seperti Nescafe Musik Asik, Ulang tahun ke -20 tahun Slank di Stadion Lebak Bulus, Pekan Raya Jakarta dan Pensi-Pensi SMU di Jakarta dan Bandung.

Di pertengahan tahun 2005 sekitar bulan Juni, Koil merilis 2 buah single terbarunya yang berjudul Hiburan Ringan Part 1 dan Hiburan Ringan Part II.

Blacklight Shines On (2007)

Setelah era keemasan Megaloblast, pertengahan tahun 2007 Koil menggebrak industri musik dengan kemunculan album Blacklight Shines On yang tidak didistribusikan melalui cara konvensional dalam bentuk kaset dan CD tetapi melalui download gratis di internet. Menggandeng Deathrockstar.info, mereka merilis satu persatu lagu yang terdapat di album Blacklight Shines On. Cara ini ternyata menarik sebuah label minuman internasional yang memutuskan untuk membuat CD fisik dari album ini dan membuat sebuah tour kecil dibeberapa kota.

Tiga tahun setelah rilisnya Blacklight Shines On, sejarah kembali berulang, Koil kembali dilirik label mainstream. Nagaswara menawarkan Koil untuk merilis ulang dan mendistribusikan album secara nasional. Tawaran diterima, Blacklight Shines On menghiasi rak-rak toko-toko CD dan kaset di seluruh Indonesia pada tahun 2010.

Koil tidak hanya menyentuh para penggemarnya melalui album tapi juga melalui single-single yang dirilis melalui kompilasi lokal, soundtrack-soundtrack film dan juga video klip yang ditayangkan secara nasional. Nama Koil juga banyak menghiasi panggung-panggung kecil maupun panggung besar yang melibatkan artis-artis nasional lainnya. Salah satu panggung yang paling mengesankan baru saja terjadi pada Februari 2011 di Bandung, kota kelahiran mereka sendiri. Koil memuaskan lebih dari 3000 orang penggemarnya melalui sebuah konser tunggal yang dimotori oleh sebuah perusahaan rokok nasional bertajuk Koil Killer Concert 2011.