hoodie korea, kshop, fashion korea, baju korea, jaket korea, tas import, terbaru, toko online, murah, cardigan

Kembali Menulis

Setelah sekian lama vakum dari dunia blog karena kesibukan. Saya mencoba untuk aktif kembali menulis di blog. Semoga dengan hadirnya blog baru saya ini dapat menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan pengalaman bagi Anda semua.

Catatan

Tempat saya berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk Anda semua. Semoga Bermanfaat.

Blog

Artikel blog ilmu pengetahuan dan teknologi.

Artikel Islam

Kumpulan artikel agama islam untuk menambah pengetahuan Anda dalam agama Islam.

Music

Informasi seputar dunia musik ada disini.

Tampilkan postingan dengan label band. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label band. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Februari 2014

Sore - Musim Ujan : Guitar Chord

Sore - Musim Ujan : Artwork

Intro :
DM7   D#M7 2x

DM7       Em      DM7      Em
Kau terhisap pikuknya hidup
                     DM7
Perlukah kau tahu
               Em           F#m    G
Dalam khayal sungguh terilusi
                     Gm
Sehingga kau sabar menanti
DM7    D#M7             DM7     D#M7
Musim berganti di halaman surya

Em         F#m        G      DM7
Merindukan hadirnya surga. . .

Reff :

Bm7 BM9 DM7   G   Bm7
Sukakah kau pada redup
BM9   DM7        G    Em
Larut di dalam alam biru
           F#m               Em
Melukiskan mahligai di hampar guntur
         F#m        G   A    DM7
Tak kuasa menahan rasa. . .

Chorus :

D#M7      DM7
Dan awan menguak
D#M7 Em
Berjatuh peluh alam
  F#m   Em            F#m
Hirup udara musim hujan
        G        A              DM7   D#M7
Dan kau terhampar belia. . .


Em        F#m          G      DM7
Merindukan hadirnya surga. . .

Back to Reff
Back to Chorus

Sabtu, 06 Oktober 2012

Padi - Save My Soul : Album Review


Padi adalah band asal Surabaya yang terbentuk pada tanggal 8 April 1997. Band ini digawangi oleh lima mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya. Mereka adalah Satriyo Yudi Wahono (Piyu) gitar, Ari Tri Sosianto gitar, Rindra Risyanto Noor bass, Andi Fadly Arifuddin vokal, dan Surendro Prasetyo drum. Di awal kemunculanya Padi membawa angin segar di dunia musik Indonesia. Padi menawarkan musik yang lebih kompleks dan aransemen gitar yang lebih kaya. Hal ini berbeda dengan kebanyakan band Indonesia tahun 1990-an yang musik mereka di dominasi oleh permainan keyboard/organ sehingga lagu-lagu yang dimainkan cenderung bertempo lambat. Seperti tampak pada band Dewa 19, KLA, dan Kahitna.

Padi
Padi justru membuat formasi yang berbeda, yaitu dengan dua pemain gitar dan tanpa pemain keyboard. Formasi ini membuat eksplorasi pada gitar menjadi lebih dominan. Sehingga lagu-lagu yang dihasilkan cenderung lebih kompleks dan bertempo cepat. Apalagi dengan adanya dua gitaris Satriyo Yudi Wahono (Piyu) dan Ari Tri Sosianto yang memiliki karakter bermain gitar yang berbeda. Sehingga tidak jarang pada satu lagu terdapat dua aransemen gitar yang berbeda saling bersahutan.

Padi, Save My Soul, album, cover
Padi - Save My Soul (2003)

Pada artikel kali ini saya mencoba untuk me-review album ketiga padi yang bertajuk Save My Soul. Ini adalah album ketiga Padi setelah kesuksesan dua album sebelumnya Lain Dunia (1999) dan Sesuatu Yang Tertunda (2001).  Album Save My Soul di luncurkan pada tanggal 18 Juni 2003. Di album ini Padi mencoba menawarkan musik yang benar-benar berbeda dengan dua album sebelumnya. Berbeda dengan dua album sebelumnya yang di dominasi dengan tema cinta, di album ini Padi menawarkan tema yang berbeda. Album Save My Soul berisi sepuluh lagu bertemakan kehidupan, kehilangan, kesedihan, dan penderitaan. Tema yang di anggap cukup berat untuk musik pop Indonesia.

Berikut adalah review sepuluh lagu Padi yang ada di album Save My Soul :

1. Ketakjuban 

Lagu pertama di album ini adalah pilihan dari sang gitaris Piyu. "Biar menghentak!" ujarnya. Di sini gendang telinga kita langsung di hentak dengan gimmick melodi gitar besutan Piyu. Ditambah dengan aransemen gitar Ari yang tidak kalah riuh di bagian latar. Lagu ini seakan menjadi pembuka bagi lagu-lagu berikutnya yang juga tidak kalah menghentak. Anda mungkin akan terkecoh dengan intro lagu ini yang membawa aroma rock modern masa kini. Di bagian tengah lagu, Anda akan terseret "mundur" ke gaya rock progresif. Lengkingan suara Fadly kental sekali dengan vokalis U2, Bono di awal-awal karirnya.


2. Hitam 

Lagu ini merupakan single pertama di album ini. Menurut sang gitaris Piyu, lagu ini bercerita tentang kematian. Lagu ini terinspirasi dari mimpi Piyu dan Fadly pada suatu saat, yang menceritakan kebingungan antara kehidupan dan kematian. Lagu ini menawarkan suasana dark dengan isian gitar yang kompleks. Aransemen gitar di lagu ini cenderung gahar jauh berbeda dengan format musik Padi di dua album sebelumnya. Satu-satunya ciri musik Padi yang masih terasa aalah tarikan suara vokal Fadly yang melengking. Meski menjadi single pertama, lagu ini tergolong berat.


3. Rapuh

Lagu ini diawali dengan intro yang sangat manis yang di besut lewat saksofon tiupan Kiernan Box (musisi Australia). Ide menggunakan saksofon pada intro lagu berasal dari sang bassis Rindra. Cocok dengan judulnya, aransemen musik di lagu ini membawa nuansa kerapuhan. Fadly membawakan lagu ini dengan suara vokal yang lirih dengan di iringi piano oleh sang drummer Yoyo. Sampai di tengah lagu kita akan di bawa ke keriuhan dan keramain dengan dentuman gitar dan bass yang menggebrak. Lagu ini mampu membawa mood kita dari titik terendah ke titik tertinggi. Lagu ini menjadi lagu terbaik di album ini menurut saya.


4. Di Atas Bumi Kita Berpijak

Mungkin Anda pernah mendengar lagu Peagent Poetry dari Bjork. Lagu ini sedikit membawa nuansa di lagu itu lewat nada-nada vokal Fadly. Ritme lagu ini di bangun dari suara perkusi. Lagu ini mengingatkan kita dengan lagu In The Name Of The Father milik U2. Lagu ini dipenuhi dengan sound gitar Ari yang memenuhi semua sudut lagu sepenuhnya. Terdengar berisik namun sangat apik.


5. Cahaya Mata 

Lagu ini merupakan lagu yang paling berbeda di album ini. Sound dan aransemenya di buat unik dan terasa vintage. Suara drum Yoyo di buat mono. Sementara itu kita dapat mendengar vokal Fadly dalam sebuah warna yang beda. Sekilas mendengar lagu ini seakan-akan mirip lagu-lagu slow band Naif. Untuk proses mixing Piyu sempet mempelajari kulikan mixing dari album The Beatles, Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band. Judul lagu Cahaya Mata di ambil dari istilah orang melayu Malaysia untuk anak.


6. Menanti Keajaiban

Kita kembali mendengar ciri khas musik Padi melalui lagu ini. Sepintas lagu ini mirip dengan lagu "Perjalanan Ini" di album kedua Padi. Di lagu ini Piyu memainkan instrumen sitar elektrik dan Ari mengisi gitar di bagian intro. Kata Piyu lagu menceritaka tentang keresahan seseorang. Lirik lagu ini menceritakan tentang perbincangan seseorang dengan guardian angel-nya. Lagu yang sangat unik.


7. Menjadi Bijak 

Merupakan satu-satunya lagu yang bernuansa "Terang". Di lagu ini Yoyo menunjukkan kelasnya sebagai drummer. Di awali denga birama aneh 5/8 di awal lagu yang mendadak berubah menjadi + dan kemudian berubah lagi menjadi 4/4 dibagian reff. Bagi Anda yang tidak terbiasa mendengar irama lagu seperti ini, mungkin akan menganggap lagu ini jelek. Di bagian interlude lagu suara gitar Piyu terasa meledak-ledak. Yang unik di lagu ini adalah pemakaian tribal chanting ala Afrika di beberapa bagian, termasuk bagian outtro. Menurut Piyu mungkin dia terpengaruh dengan musik-musik tribal yang pada saat itu sering ia dengarkan.


8. Sesuatu Yang Tertunda

Di lagu ini Padi bekolaborasi dengan Iwan Fals. Lagu ini juga ada di album Iwan Fals yang juga dirilis bulan Juni 2003. Untuk versi Padi, Fadly menyanyikan verse pertama sementara Iwan menyanyikan verse kedua sampai habis. Sementara untuk versi Iwan Fals, pembagiannya vokal dibalik. Aransemen lagu ini di buat sesimpel mungkin untuk menonjolkan suara vokal Fadly dan Iwan. Hadirnya Astrid sebagai vokal latar juga turut memperkaya lagu yang juga menampilkan tabuhan perkusinya Adjie Rao ini.


9. Patah

Intro di lagu ini mengingatkan kita dengan lagu "Sesuatu Yang Indah" di album kedua. Ditambah dengan sound drum yang mantap membuat musik di lagu ini semakin padat. Secara keseluruhan lagu ini bertempo slow. Namun seperti lagu-lagu lainya di album ini, ada bagian-bagian yang di buat menghentak. Di awal lagu mungkin kita merasa tarikan vokal Fadly seperti overtune. Akan tetapi itu dibuat hanya untuk penanda perpindahan dari nada minor ke mayor.


10. Repihan Hati

Piyu kembali memamerkan permainan sitar di lagu ini. Melodi lagu ini terasa catchy dengan progresi kord yang mengingatkan kita dengan lagu Bayangkanlah. Bahkan di bagian interlude, Piyu kembali mengambil nada-nada berirama padang pasir. Mungkin akan terdengar seperti lagu-lagu System Of A Down. Lagu ini menjadi penutup di album ini. Lagu terdengar menggantung, berbeda dengan lagu penutup di album sebelumnya "Kasih tak Sampai".


referensi : http://forumm.wgaul.com/showthread.php?t=13177

Sabtu, 07 April 2012

Gitar Custom Ala Band Koil

Sudah tahukah Anda dengan band Koil? Band rock yang satu ini memang selalu saja menghadirkan keunikan tersendiri di setiap aksi panggungnya. Mulai dari pemilihan kostum yang aneh, aksi nyentrik si vokalis (Verdijantoro aka Otong), aksi bagi-bagi gitar ke penonton, hingga aksi banting gitar yang hampir selalu di lakukan pada setiap konsernya.



Aksi Banting Gitar Otong Koil

Salah satu keistimewaan band ini adalah pemakaian alat musik custom. Memang sang vokalis lah yang memiliki bengkel gitar. Dari bengkel sang vokalis inilah gitar-gitar koil di buat. Aneh memang, karena Koil lebih memilih menggunakan gitar hollow body untuk menciptakan sound-sound yang berat. Pada umumnya para musisi rock menggunakan gitar solid body karena terkenal menghasilkan sound yang berat cocok untuk musik rock dan heavy metal. Bahkan pentolan band Foo Fighters Dave Grohl secara khusus memesan gitar ke perusahaan Gibson untuk membuat gitar hollow body dengan sound yang berat. Itupun desainya menurut saya kurang menarik.

Dave Grohl - Foo Fighters


Hollow Body Guitar Dave Grohl

Berikut beberapa gitar dan bass gitar custom Koil :













Senin, 26 Maret 2012

Profil KOIL : Band Rock Indonesia Yang Patut di Apresiasi

koil band
Koil adalah band beraliran rock yang berasal dari Bandung, berdiri pada tahun 1993, dengan formasi Otong (vokal), Doni (gitar), Imo (Bass), dan Leon (Drum). Sejak awal berdiri Koil memutuskan untuk membuat dan memainkan lagu-lagu ciptaan sendiri. Keputusan ini merupakan hal yang kurang lazim saat itu , karena kebanyakan band saat itu lebih sering membawakan lagu orang lain. Berikut profil, sejarah dan perjalanan band Koil.

Dengan usaha keras akhirnya Koil berhasil menciptakan beberapa buah lagu dan pada tahun 1994 dengan dana yang minim Koil bisa masuk studio rekaman dan merekam sekitar 8 buah lagu. Kemudian lagu-lagu itu dirilis dalam single yang berjudul "Demo From Nowhere". Kaset ini hanya diedarkan terbatas, selain karena keterbatasan dana juga karena saat itu Koil kesulitan untuk mendapatkan tempat untuk menjual kaset tersebut. Satu-satunya tempat yang mau memasarkannya adalah Reverse Outfits, sebuah toko kepunyaan Richard Mutter (ex drummer Pas band).

Pada tahun 1996, seorang produser bernama Budi Soesatio dari label Project Q (label yang mengeluarkan album Slank 1-3) tertarik untuk merilis album Koil dan mengkontrak Koil sebanyak 2 album. Maka pada bulan September 1996 Koil merilis full albumnya yang pertama yang berjudul “KOIL”, lagu-lagu di album ini sebagian diambil dari single Demo From Nowhere.

Album ini mendapat tanggapan positif dari khalayak musik Indonesia terutama pencinta musik rock, karena musik dan lirik nya dianggap tonggak baru dalam kancah musik rock Indonesia. Musik yang diusung Koil adalah musik rock yang dipenuhi dengan sampling sampling suara. Sampling itu tidak hanya berasal dari instrumen musik tapi juga dari suara-suara yang ada disekitar kita seperti suara air, suara besi dipukul, suara panci dipukul suara-suara binatang, suara orang pidato, dll, yang digarap dengan penggunaan teknik sampling yang apik . Dari segi lirik, penulisan lirik-lirik yang mengekspresian kekosongan hati, kegelapan dan kehampaan cinta yang dituangkan dalam bait-bait lirik berbahasa Indonesia, menjadi suatu nilai plus bagi koil karena lirik bahasa Indonesia masih jarang dipakai untuk jenis musik rock seperti Koil.

Kerjasama Project Q dan Koil sebenarnya masih menyisakan 1 buah album lagi tapi karena dihadang krisis moneter menyebabkan Project Q tidak dapat memproduksi album ke-2 Koil. Akhirnya pada tahun 1998 Koil memutuskan untuk keluar dari Project Q.

Setelah keluar dari Project Q, Koil merilis single Kesepian ini Abadi di bawah label Apocalypse Record. Sebuah label yang dibuat oleh Otong (Koil) dan Adam (Kubik). Kaset single ini pun diedarkan secara indie melalui jaringan distro-distro underground yang saat itu sudah mulai banyak bermunculan di kota-kota besar,

Dirilisnya album ini membuat nama Koil kembali naik ke permukaan ditandai dengan banyaknya tawaran manggung yang datang. Seiring dengan itu, Koil mencoba konsep baru dalam pertunjukannya yaitu dengan memasukan unsur-unsur lain dalam pertunjukannya yaitu fashion dan tarian . Unsur fashion yang mendapat perhatian besar dari Koil adalah penggunaan kostum khusus dalam setiap penampilannya. Kostum dari kulit, berwarna hitam , penuh asesoris logam , sepatu boots tinggi , membuat penampilan Koil berbeda dengan band-band lainnya. Ditambah lagi dengan aksi para penari wanita yang berpakaian seksi membuat pertunjukan semakin menarik. hal ini akhirnya menjadi trademark bagi Koil, sebagai band rock pertama di Indonesia yang memadukan fashion, tari dan musik pada saat manggung.

Setelah merilis single ini, Koil kembali masuk studio rekaman untuk menyelesaikan materi lagu untuk album berikutnya, diselingi juga dengan membantu para musisi lain diantaranya meremix lagu dari Puppen, Burger Kill, Jasad. Lagu-lagu Koil juga masuk di beberapa kompilasi seperti: Best Alternative Indonesia (Aquarius Musikindo), Ticket To Ride (Spills Record), Kompilasi Viking-Persib.

Pada bulan Februari 2001, setelah melewati perjuangan keras yang penuh tantangan seperti kesulitan dana rekaman, minimnya peralatan musik, teknologi rekaman yang baru , dalam pembuatan album akhirnya Koil merilis full albumnya yang ke-2 yang berjudul Megaloblast dibawah label Apocalypse Record. Album ini berisikan 10 buah lagu dan berbungkus artwork kover yang sangat apik, berwarna dominan putih bergambar muka seorang wanita.

Megaloblast (2001)

Pada saat pertama dirilis pendistribusian kaset ini dilakukan hanya lewat jaringan distro-distro underground di Jakarta dan Bandung ,pemesanan melalui pos, dan beberapa toko kaset . Cara ini terpaksa ditempuh oleh Koil yaitu untuk menekan biaya pendistribusian Tapi walaupun dengan cara seperti ini album Megalobalst dapat terjual sekitar 15 ribu kopi (sebuah angka yang cukup besar untuk ukuran indie label dan cara pendistribusian seperti ini).

Angka penjualan ini didukung oleh promo yang gencar yaitu dengan membuat ribuan poster dan baligo yang di pasang di jalan-jalan utama, untuk melakukan promosi seperti ini Koil dibantu banyak pihak seperti distro-distro, radio, majalah, dan yang mengundang kontroversi adalah bantuan dari Restoran McDonalds Cihampelas Bandung (restoran McDonalds dimusuhi komunitas underground di bandung saat itu). Store Manager restoran McDonalds saat itu adalah Wisnu Aji Nugroho aka Wayank (pendiri band/clothing citysounds) kabarnya adalah sahabat Koil

Setelah itu untuk menambah tingkat penjualannya, Koil membuat video klip untuk lagu Mendekati Surga dan klip itu dikirim ke MTV, tidak disangka-sangka ternyata klip itu mendapat tanggapan positif dari pihak MTV (saat itu MTV belum menayangkan klip-klip band indie). Setelah beberapa kali ditayangkangkan, klip ini mendapat respon yang sangat tinggi di MTV, (bahkan menurut pihak MTV melebihi request terhadap lagu Linkin Park), Hal itu membuat pihak MTV mengundang Koil untuk tampil dalam acara MTV Musik Award 2003.

Melihat potensi ini, pada bulan Oktober 2003 sebuah label yaitu Alfa Record menawarkan kerjasama untuk merilis kembali album Megaloblast dengan pendistribusian yang lebih luas yaitu seluruh Indonesia. Akhirnya pada bulan Desember 2003 album Megaloblast dirilis kembali dengan penambahan 2 buah lagu remix dan perubahan artwork kover album, menjadi berwarna hitam, oleh karena itu album ini sering disebut MEGALOBLACK. Untuk menambah tingkat penjualan, Koil membuat 2 buah video klip lagi yaitu untuk lagu Kita Dapat Diselamatkan dan lagu Dosa Ini Tak Akan Berhenti. Kedua video klip ini di buat oleh rumah produksi “Cerah Hati”.

Peredaran kaset Koil secara nasional membuat orang makin mudah mendapatkan kaset Koil maka dengan sendirinya penjualan kaset Koil terus meningkat. Keadaan ini membuat Koil semakin dikenal di dunia musik Indonesia, sebagai salah satu band indie yang dapat disejajarkan dengan band-band major label. Prestasi Koil ini mendapat perhatian dari majalah Times Asia, sehingga dalam salah satu tulisannya menyebut Koil sebagai salah satu band rock masa depan Indonesia,

Pada tahun 2003-2004 Koil banyak diundang untuk tampil di acara-acara seperti Nescafe Musik Asik, Ulang tahun ke -20 tahun Slank di Stadion Lebak Bulus, Pekan Raya Jakarta dan Pensi-Pensi SMU di Jakarta dan Bandung.

Di pertengahan tahun 2005 sekitar bulan Juni, Koil merilis 2 buah single terbarunya yang berjudul Hiburan Ringan Part 1 dan Hiburan Ringan Part II.

Blacklight Shines On (2007)

Setelah era keemasan Megaloblast, pertengahan tahun 2007 Koil menggebrak industri musik dengan kemunculan album Blacklight Shines On yang tidak didistribusikan melalui cara konvensional dalam bentuk kaset dan CD tetapi melalui download gratis di internet. Menggandeng Deathrockstar.info, mereka merilis satu persatu lagu yang terdapat di album Blacklight Shines On. Cara ini ternyata menarik sebuah label minuman internasional yang memutuskan untuk membuat CD fisik dari album ini dan membuat sebuah tour kecil dibeberapa kota.

Tiga tahun setelah rilisnya Blacklight Shines On, sejarah kembali berulang, Koil kembali dilirik label mainstream. Nagaswara menawarkan Koil untuk merilis ulang dan mendistribusikan album secara nasional. Tawaran diterima, Blacklight Shines On menghiasi rak-rak toko-toko CD dan kaset di seluruh Indonesia pada tahun 2010.

Koil tidak hanya menyentuh para penggemarnya melalui album tapi juga melalui single-single yang dirilis melalui kompilasi lokal, soundtrack-soundtrack film dan juga video klip yang ditayangkan secara nasional. Nama Koil juga banyak menghiasi panggung-panggung kecil maupun panggung besar yang melibatkan artis-artis nasional lainnya. Salah satu panggung yang paling mengesankan baru saja terjadi pada Februari 2011 di Bandung, kota kelahiran mereka sendiri. Koil memuaskan lebih dari 3000 orang penggemarnya melalui sebuah konser tunggal yang dimotori oleh sebuah perusahaan rokok nasional bertajuk Koil Killer Concert 2011.