Amal Ibadah Utama di Bulan Ramadhan - fery menulis Amal Ibadah Utama di Bulan Ramadhan ~ fery menulis

Rabu, 18 Juli 2012

Amal Ibadah Utama di Bulan Ramadhan

bulan ramadhan, lailatul qadarMarhaban ya Ramadhan, setelah setahun tidak berjumpa insya Alloh besok kita dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. Bulan yang suci dan penuh berkah serta ampunan. Bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada saribu bulan. Ramadhan adalah bulan kesabaran. Ramadhan adalah bulan kasih sayang.

Telah datang kepada kita bulan Ramadhan, yang mana setiap amal ibadah kita akan di lipat gandakan, dan setiap do'a akan di kabulkan. Untuk itu marilah kita senantiasa meningkatkan amal ibadah kita untuk meraih keberkahan di bulan Ramadhan.

Terdapat banyak sekali amal ibadah yang dapat kita amalkan di bulan Ramadhan. Karena di bulan ini setiap amal ibadah kita akan di lipat gandakan nilainya. Berikut beberapa amal ibadah utama di bulan ramadhan yang dapat kita amalkan untuk meraih keutamaan di bulan suci Ramadhan ini :

1. Berpuasa (Shiyam)

Amal yang utama di bulan Ramadhan tentu saja berpuasa. Hal ini diperintahkan Allah swt. dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 183 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Karena itu, agar puasa kita tidak sia-sia, perdalamlah wawasan kita tentang puasa yang benar dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya. Sebab, puasa bukan sekadar tidak makan dan tidak minum. Tapi, ada rambu-rambu yang harus ditaati. Berpuasa dengan sepenuh iman dan kesungguhan juga akan mendatangkan ampunan dari Alloh SWT.

Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya." (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)

Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan." (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

2. Membaca Al-Qur’an (Tilawah)

Al-Qur’an diturunkan perama kali di bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah saw. lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, "Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an." Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.

Buat target. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Ini bisa dijadikan program unggulan bersama keluarga.

Dalam sebuah hadist Rasululullah saw, bersabda yang artinya : "Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi ketika beliau berada di dalam bulan Ramadhan, ketika Jibril mendatangi beliau, Jibril menemui beliau setiap malam, mengajarkan kepada beliau Al Quran, adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditemui oleh Jibril lebih pemurah daripada angin yang mengalir." (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani).

3. Memberikan makanan (Ith’amu ath-tha’am)

Amal Ramadhan yang juga dianjurkan Rasulullah saw. adalah memberikan santapan berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa.

"Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut." (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)

Zaid bin Khalid Al Juhani radhiyallahu ‘anhu berkata: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Barangsiapa yang membukakan seorang yang berpuasa, maka baginya pahala orang berpuasa tadi, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun." (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6415).

Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sigap menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih dari orang yang berpuasa.

4. Shalat Tarawih (Qiyamul Ramadhan)

Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih.

"Rasulullah saw., karena khawatir akan dianggap menjadi shalat wajib, melaksanakan shalat tarawih berjamaah bersama para sahabat tidak sepanjang Ramadhan. Ada yang meriwayatkan hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah saw. melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibakannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bi Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat." (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).

Ibnu hajar Al-Asqalani Asy-Syafi’i berkata, "Beberapa riwayat yang sampai kepada kita tentang jumlah rakaat shalat tarawih menyiratkan ragam shalat sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing. Kadang ia mampu melaksanakan shalat 11 rakaat, kadang 21, dan terkadang 23 rakaat, tergantung semangat dan antusiasmenya masing-masing. Dahulu mereka shalat 11 rakaat dengan bacaan yang panjang sehingga mereka bertelekan dengan tongkat penyangga, sedangkan mereka shalat 21 atau 23 rakaat, mereka membaca bacaan-bacaan yang pendek dengan tetap memperhatikan masalah thuma’ninah sehingga tidak membuat mereka sulit."

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم  قَالَ « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

Artinya: "Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang beribadah pada malam hari bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

5. I’tikaf

I’tikaf merupkan amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan oleh Rasulullah saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, "Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat."

6. Lailatul Qadar

Di dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang sangat istimewa yaitu malam Lailatul Qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

"Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).

Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa :

"Allahumma innaka 'afuwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii." 

Artinya : Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.

7. Umrah

Jika Anda memiliki rezeki yang cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya akan berlipat-lipat. Rasulullah saw, bersabda :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ  رضى الله عنهما  قَالَ لَمَّا رَجَعَ النَّبِىُّ  صلى الله عليه وسلم  مِنْ حَجَّتِهِ قَالَ لأُمِّ سِنَانٍالأَنْصَارِيَّةِ رضي الله عنها« فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى »


Artinya: "Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma bercerita, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pulang dari hajinya, beliau berkata kepada Ummu Sinan Al Anshariyyah: "Sesungguhnya berumrah dibulan Ramadhan mengganti (senilai) haji bersamaku". (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Zakat Fitrah

Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin. Dalam sebuah hadist Rasulullah saw. besabda :

عَنِ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( فَرَضَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ اَلْفِطْرِ, صَاعًا مِنْ تَمْرٍ, أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ: عَلَى اَلْعَبْدِ وَالْحُرِّ, وَالذَّكَرِ, وَالْأُنْثَى, وَالصَّغِيرِ, وَالْكَبِيرِ, مِنَ اَلْمُسْلِمِينَ, وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ اَلنَّاسِ إِلَى اَلصَّلَاةِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Artinya : "Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sho’ kurma atau satu sho’ sya’ir atas seorang hamba, orang merdeka, laki-laki dan perempuan, besar kecil dari orang-orang islam; dan beliau memerintahkan agar dikeluarkan sebelum orang-orang keluar menunaikan sholat Ied." (Muttafaq Alaihi)

Beberapa hal di atas adalah amal ibadah utama di bulan Ramadhan. Selain amal-amal ibadah di atas tentu masih banyak lagi amal ibadah yang dapat anda amalkan di bulan Ramadhan ini. Begitu juga dengan amal ibadah harian yang biasa kita lakukan setiap hari seperti sholat wajib berjamaah, silaturrohim, sholat sunnah dan lain-lain hendaknya kita tingkatkan di bulan Ramadhan ini. Semoga di bulan Ramadhan ini kita dapat meraih keberkahan dan ampunan dari Alloh SWT. Amin.


sumber : http://www.dakwatuna.com/2007/09/251/amal-amal-selama-di-bulan-ramadhan/


0 komentar:

Posting Komentar