Memahami Penyakit OCD (Obsessive Compulsive Disorder) - fery menulis Memahami Penyakit OCD (Obsessive Compulsive Disorder) ~ fery menulis

Senin, 16 Juli 2012

Memahami Penyakit OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

Pernahkah Anda mengalami ketika akan keluar rumah tiba-tiba terpikir kalau kompor di rumah belum di matikan. Lalu Anda kembali ke dapur dan mengeceknya. Dan ternyata kompor telah di matikan. Namun pikiran Anda terus menerus berpikir kalau kompor belum di matikan. Atau anda selalu merasa tangan Anda kotor dan terus menerus mencucinya walaupun sebenarnya sudah bersih? Mungkin beberapa dari Anda pernah mengalaminya. Beberapa kejadian tersebut mungkin berkaitan dengan salah satu penyakit gangguan mental atau psikologi. Dalam dunia medis disebut dengan Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Berikut informasi bagi Anda untuk lebih Memahami Penyakit OCD (Obsessive Compulsive Disorder).

penyakit ocd
Gejala Penyakit OCD

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah penyakit yang menyebabkan seseorang memiliki keinginan (obsesi) dan dorongan untuk mengulang-ulang perilaku tertentu (kompulsif) berkali-kali. Kadang mereka mengetahui bahwa obsesi dan kompulsinya tidak masuk akal, tetapi mereka tidak bisa mengacuhkan atau menghentikannya. Tanpa melakukannya mereka akan merasa gelisah atau cemas. Penyakit ini bisa menganggu kehidupan Anda dalam segi hubungan, pekerjaan ataupun pendidikan.

Penyakit OCD kebanyakan di derita oleh remaja umur 19 tahun. Namun demikian OCD juga bisa dimulai dari masa anak-anak dan biasanya akan terus berkembang hingga usia 30 tahun dengan mayoritas penderita adalah laki-laki.

Penyebab Penyakit Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

OCD tergolong penyakit yang unik dan rumit, karena sampai saat ini belum jelas apa penyebab dan cara efektif untuk menyembuhkanya. Berdasarkan penelitian para ahli menunjukan kemungkinan penyebab OCD adalah adanya masalah pada pengiriman informasi pada bagian otak yang satu dengan bagian otak lainnya. Hal ini di picu oleh adanya stres yang berat. Masalah juga datang jika jumlah serotonin atau zat kimia yang ada dalam otak kurang dari jumlah normal.

Gejala Penyakit Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Gejala penyakit OCD dikelompokkan menjadi dua macam. Yaitu gejala Obsesi dan gejala Kompulsi. Gejala Obsesi ditandai dengan munculnya berbagai pikiran, ide atau dorongan yang tidak diinginkan yang terus saja datang tanpa henti. Dorongan ini terus saja ada di kepala anda, bisa menyebabkan kecemasan dan rasa takut. Ketakutan ini bisa menyangkut pikiran tentang seksual, kekerasan penyakit serta infeksi. Beberapa contoh gejala OCD Obsesi adalah :
  • Takut kotor, terkena kuman ataupun infeksi.
  • Ketakutan pasangan mendapatkan bahaya saat mengemudi.
  • Takut membahayakan diri sendiri ataupun pasangan.
  • Selalu merasa resah. Banyak pikiran negatif yang ada di pikiran seperti perasaan lupa mengunci pintu, lupa mematikan kompor dan lain-lain.
Gejala Kompulsi ditunjukkan dengan adanya kelakuan yang dilakukan secara berulang-ulang untuk menghilangkan gejala obsesi di atas. Gejala ini misalnya :
  • Mencuci tangan terus menerus untuk menghilangkan kotor, kuman, atau infeksi.
  • Berdoa secara terus menerus yang diakibatkan oleh kecemasan yang berlebihan.
  • Melakukan hal-hal yang aneh atau diluar kewajaran.
  • Mengulang sesuatu hingga anda merasa hal tersebut sempurna namun tidak akan pernah terasa sempurna.
Pengobatan Penyakit OCD

Pengobatan penyakit OCD dapat dilakukan dengan terapi psikologi (Psikoterapi) dan pengobatan.

Psikoterapi 
Pengobatan secara Psikoterapi dilakukan dengan terapi kognitif atau tingkah laku. Dalam terapi OCD ini, pasien akan dibantu untuk mengatasi masalahnya dengan perbincangan yang rasional dan kemudian dilanjutkan dengan terapi tingkah laku untuk pencegahan.  Terapi ini bisa membantu penderita untuk mengatasi ketakutannya. Misalnya, jika seorang penderita takut dengan kuman maka ia akan diajak untuk menyentuh sesuatu yang Anda percayai memiliki kuman dan tidak mencuci tangan. Hal ini dilakukan secara terus menerus, sementara terapist akan terus memberikan terapi OCD yang berupa terapi kognitif yang pada akhirnya membuat kecemasan anda menghilang. Terapi yang cukup sulit dilakukan pada awalnya, namun cukup efektif.

Pengobatan
Pada terapi ini biasanya digunakan obat-obatan antidepresi untuk sementara. Selain itu diberikan juga Chlomipramine dan Fluxomine. Fungsi dari kedua obat ini adalah sebagai penenang. Selain itu juga berfungsi menurunkan obesesional pada penderita.


sumber : http://blog-artikel.com/index.php/obsessive-compulsive-disorder-ocd.html

26 komentar:

Terimakasih Infonya
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Kedokteran di UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Yogyakarta
:)

@dimdroid sama-sama :D
semoga bermanfaat...

bermanfaat..karena saya sendiri mengalami OCD

untung deh ane gak kena penyakit OCD ini
terima kasih gan infonyaa

OCD tidak bisa dijelaskan didiskripsikan secara gamblang

saya si tidak ocd, tapi ibu saya menunjukan gejala ocd, dia biasa mengepel lantai hingga berulang-ulang sampai telat masak makan siang hingga jam 2, dia juga sangat takut terjadi kebakaran sehingga jika malam hari pintu rumah terkunci dan tidak ditemukan kuncinya dia akan sangat panik ... jika ada tamu yg datang dia akan kembali mengepel lantai. Terakhir cek ke dokter ibu saya di deteksi menderita kecemasan akut, saya membaca bahwa ocd bersifat gen dan menurun dari orangtua ke anaknya. Saya mulai sering merasa cemas yang agak sulit di kontrol ... kira2 ada yg punya info dimana psikiater yang bagus? terima kasih

Sy jg kena ocd... ngecek kompor..kunci.. dll berulang2.makan waktu lama..sampe sy lelah...semua berawal dr stress masalah keluarga...dan sll d hina n d rendahkan..semua jd bikin sy gk percaya diri n semua yg sy kerjakan itu salah...sy jg tdk mungkin k psikiater krn kel jg tdk mendukung...

Saya pernah pacaran sama cowok yg kena OCD. dia sering sekali cuci tangan. Dan kalau saya beri saran, kasih tahu kalau tangannya nggak kotor dia malah selalu menangkapnya dengan pandangan negatif. Cepat sekali tersinggung meski saya sudah memberi pemahaman dengan cara yang sangat berhati-hati. Sampai sekarang dia masih begitu bahkan terkesan menjauh. Apa ada cara yang mungkin bisa dilakukan untuk melakukan pendekatan terhadap penderita OCD dengan tanpa membuat mereka merasa tersisih?

Saya menderita OCD parah.
1. Setiap ambil gelas/sendok (misal mau bikin kopi), saya bakar dulu diatas api kompor berulang-ulang/cukup lama takut kuman gak bersih. Belum lagi selesai manasin air buat kopi, saya cek berulang2 matikan kompor. Bikin kopi dengan air panas mendidih saja saya butuh waktu 40 menit.
2.Di toilet setelah pipis , saya cuci tangan dan kaki berulang2.. bahkan bisa sampai 30 an gayung. Belum lagi keluar dari toilet, saya handukan kaki tangan bisa 10 menit. Jadi tuk pipis saja bisa habis waktu 25 menit.
3. Baru keluar rumah 500an meter / 3 menitan, balik ke rumah cuma pastikan AC dan colokan pompa air sudah tercabut. Bahkan bisa bolak-bailik 3x.. Klo keluar jam 6 pagi, benar2 keluar komplek kadang 6:30, karena 30 menit bolak-balik rumah tuk pastikan AC mati dan pompa tercabut.
TOLONG, saya merasa tersiksa dengan ini.

mas anonim di atas saya, saya mau bertukar email boleh? saya jg OCD parah, siapa tau bisa bertukar cerita

Ada yang bisa pastikan saya terkena ocd atau bukan? Karena saya kalau cuci tangan bisa berulang ulang.. kalau mau pergi bisa mengecek berulang ulang ke dalam kamar apa ada yang ketinggalan atau tidak.. melihat lihat isi tas berulang ulang bahkan sepanjang perjalanan.. hanya untuk mengecek dompet ada atau tidak.. suka menata barang per bentuk atau ukuran.. geser sedikit saja saya langsung tata ulang lagi.. bisa bongkar lemari bebberapa hari sekali buat nata dan rapiin lagi..

Saya jg ocd berat udh lma dan rsa nya sangat menyiksa sekali..suka ngulang2 klo gk d'kerjakan psti muncul rsa hti brkata akan trjadi ssuatu yg gk baik
Yg tw cra obati nya tlg share ya semoga brmanfaat

Saya OCD sdh 15tahun. Hidup dg OCD tanpa farmakoterapi / psikoterapi rutin bukanlah hal yg mudah. Jk di amerika byk orang sdh aware akan OCD, lain dg di Indonesia.
Sy ingin bikin komunitas OCD, sy ingin org Indonesia peduli dg mental illness sama seperti peduli nya mereka aja physical illness.

Saya OCD sdh 15tahun. Hidup dg OCD tanpa farmakoterapi / psikoterapi rutin bukanlah hal yg mudah. Jk di amerika byk orang sdh aware akan OCD, lain dg di Indonesia.
Sy ingin bikin komunitas OCD, sy ingin org Indonesia peduli dg mental illness sama seperti peduli nya mereka aja physical illness.

Pacar saya ocd. Belum sembuh,sudah ke dokter dan pskiater, saya melihatnya saja merasa capek dan rasanya pengen menghentikan. Tp jika disuruh menghentikan justru makin cemas. Adakah yg bs bertukar email untuk sharing penyembuhan? Supaya bs kasih semangat, karna pacar saya merasa dia gabakal sembuh..

Aku jga OCD tolog dog buat klompok biar qta sesama OCD biar bsa berdiskusi, ato kirim pin dan sejenisnya buat shering aj

Mungkin saya juga salah satu pnderita ocd,kemungkinan sudah lama hampir 10 tahun yang lalu hingga saat ini. Menurut apa yang saya baca dari beberapa artikel dan yang saya alami,gejala ocd ini muncul karena banyak faktor diantaranya sterss banyak pikiran,tidak ada dukungan dari orang-orang terdekat kita selama ini sehingga apa yang kita lakukan selalu tidak mendapat dukungan dan mereka anggap apa yang kita lakukan salah meskipun itu benar, padahal setiap orang memiliki kesempatan untuk mencari jati diri mereka masing2,sehingga dari situlah kita merasa apa yang akan kita lakukan akan selalu salah dan salah, sehingga pada akhirnya kita lebih menutup diri,dengan menutup diri itulah kita mulai melakukan hal-hal aneh yang secara normal itu dianggap tidak wajar seperti melakukan hal-hal secara berulang-ulang,seperti yang saya lakukan selama ini. Menurut artikel yang pernah saya baca selama ini metode mengobati yang pertama yaitu ke psikiater untuk melakukan psikoterapi,namun hal tersebut belum saya lakukan karena pertama pasti membutuhkan dana yang besar dan mental yang kuat untuk datang kesana,metode yang kedua yaitu kita butuh dukungan dan kesabaran dari orang2 terdekat kita, hal tersebut menurut saya sangat besar manfaatnya,metode yang ketiga adalah keinginan yang kuat dari diri sendiri, dari kedua metode pengobatan tersebut yang pernah saya terapkan yaitu metode kedua dan ketiga,alhamdulillah sedikit demi sdikit saya merasa berkurang meskipun belum sembuh total. Saya selalu berfikir bagaimana untuk menyembuhkan ocd ini, mungkin saran saya yang pertama lakukan hobi kamu apa yang ingin kalian lakukan,seperti:olahraga,traveling,bermain music,dll,apalgi bisa mendapat prestasi dengan hobi tersebut sehingga kamua akan lebih perdaya diri,percaya diri kita akan lebih meningkat dan sedikit demi sedikit akan mengikis penyakit ocd tersebut,yang kedua sebaiknya jika sangat mungkin dibentuk komunitas sesama penderita ocd ini,diamana kita akan lebih mengerti satu sama lain, di dalamnya kita selalu mengadakan sharing,mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif,bermain bersama,menciptakan prestasi yang besar bersama,saling membantu memecahkan problem yang ada,jika memungkinkan dan memiliki dana lebih bisa mengundang para dokter psikiater dan yang terpenting di dalamnya kita selalu mengingatkan dan memiliki keinginan dan komitmen bersama yang kuat bahwa "kita bisa berubah"sehingga dengan semua itu diharapkan dapat mengikis habis penyakit ocd ini. karena pada dasarnya penyakit ocd ini bukanlah penyakit yang harus di obati dengan obat-obatan kimia,setiap orang yang menderita ocd pastinya lelah dan capek akan apa yang mereka lakukan setiap harinya,belum lagi tugas-tugas wajib yang harus mereka kerjakan setiap harinya. penderita ocd akan selalu ingin sembuh dari penyakitnya,seperti halnya orang normal lainnya. saya berharap sesama penderita ocd dan kepada orang2 yang peduli kepada penderita ocd dapat saling membantu dan mendorong mereka dengan selalu mendengarkan mereka,memberi mereka dukungan/suport,dan selalu memberi motivasi2 kepada mereka atau sesama penderita ocd.semoga apa yang saya tulis sedikit dapat membantu,semoga saya dan teman2 penderita ocd yang lain dapat berubah dan sembuh total.amin..

Sekarang saya baru tau saya penderita ocd... Semua penjelasan sangat tepat kaya yg saya alamin selama hampir 2 tahun ini... Sangat mengganggu... Pengen berhenti sudah nyoba dengan keras tapi ttp balik lagi... Tersiksa stres bgt... Tpi gak bisa ngilanginnya...

Saya juga penderita ocd parah, setiap kekamar mandi atau wc selalu cuci tamgan dan kaki diluar sebanyak 3 kali kalau kurang dari itu maka sya selalu akan gelisah dan gak mau pegang apa apa. Begutu tersiksa kalau berada diluar rumah..

Sudah 9 tahun saya merasa seperti itu dan semakin hari semakin meningkat, kalau pegang gayung harus pakai tisu, pegang keran juga pakai tisu.selalu merasa kotor. Kemana mana selalu bekel tisu basah dan kering. Pokoknya parah banget... Bagaimana caranya agar bisa hilang tolong

Meditasi lah , buat hati sampai terasa tenang dan sejuk. dengan zikir dan ucapkan kata ya dloro hingga 1001 kali dengan jari hingga fokus tiap habis solat, insallah ocd bisa dihilangkan

Bagi penderita OCD sudah adakah kimunitasnya di jkt? Jika sudah tolong berikan kontaknya saya butuh bantuan info komunitas OCd di jakarta makasiih

Apa ini termasuk gejala ocd? Setiap mau minum dirumah selalu cemas kalo airnya kotor, sehingga saya selalu membeli air mineral kemasan. Setiap habis dari kamar mandi, saya sering cemas dan merasa kotor. Saya juga mencuci tangan berulang-ulang :(

Posting Komentar