Agar Sholat Khusyu dan Tumakninah - fery menulis Agar Sholat Khusyu dan Tumakninah ~ fery menulis

Selasa, 24 Juli 2012

Agar Sholat Khusyu dan Tumakninah

Sholat adalah ibadah utama bagi seorang muslim. Setiap hari kita diperintahkan untuk menunaikan sholat wajib lima waktu. Disamping sholat wajib tersebut Rasulullah saw. juga mencontohkan berbagai macam sholat sunnah. Mulai dari sholat sunnah Rowatib, sholat Tahajud, sholat Dhuha, sholat witir, dan lain-lain. Namun tidak jarang dari kita yang melaksanakan sholat tidak dengan khusyu dan tumakninah. Hal itu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya :
  • Karena kita tidak memahami makna doa-doa dan bacaan yang ada dalam sholat.
  • Tidak menghadirkan hati dan jiwa kita ketika mulai takbirattul ikhram sehingga pikiran kita melayang kemana-mana dan memikirkan hal-hal diluar sholat.
  • Banyaknya beban pikiran atau urusan yang belum terselesaikan ketika kita hendak melakukan sholat.
  • Tidak merenungi isi dan kandungan sholat kita.
  • Tidak menghadirkan kesadaran kita bahwa kita sedang berdiri dihadapan Allah swt yang Maha Agung.

sholat khusyu, orang sholat


Disamping itu kita juga sering tidak Tumakninah (tenang) dalam melakukan sholat, padahal tersebut termasuk kesalahan besar yang disebut oleh Rasulullah saw, sebagai sebuah pencurian, bahkan pencurian terbesar adalah pencurian dalam sholat. Rasulullah saw. bersabda :


Artinya : "Sejahat-jahatnya pencuri adalah orang yang mencuri dalam shalatnya", mereka bertanya: "Bagaimana ia mencuri dalam shalatnya?" Beliau menjawab: "(Ia) tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya". (Hadits riwayat Imam Ahmad, 5/ 310 dan dalam Shahihul jami’ hadits no: 997.)



hadist nabi, sholat khusyu


Artinya : "Tidak sah sholat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya ketika ruku’ dan sujud." (Hadits riwayat Abu Daud; 1/ 533, dalam shahihul jami', hadits; No: 7224.)


Cara Agar Sholat Khusyu dan Tumakninah

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan agar sholat khusyu dan tumakninah, dan bisa merenungi makna dan kandungan doa-doa kita dalam sholat, serta menjauhkan godaan dan bisikan syetan yang merusak sholat kita, hal-hal tersebut diantaranya adalah :

  • Merasakan keagungan Allah dan menghadirkan segenap perasaan kita ketika hendak atau sedang melakukan sholat. Ketika kita mengatakan "Allohu Akbar" (Allah Maha Besar), maka dibenak kita tidak ada yang lebih besar dari-Nya, dan meninggalkan seluruh urusan duniawi dibelakang kita, kita juga harus tahu bahwa tidaklah ada bagi seseorang dari pahala shalatnnya kecuali sesuai dengan apa yang ia sadari dan ia mengerti darinya, dengan kata lain jika kita lalai ditengah-tengah sholat kita dan tidak menyadari apa yang sedang kita baca maka kita tidak akan memperoleh apa-apa dari sholat kita. Oleh karena itu ketika kita sholat hendaknya kita konsentrasi penuh untuk menjaga kesinambungan hubungan kita dengan sang Pencipta dan terus berusaha untuk memahami dan menyadari doa dan bacaan-bacaan yang kita lantunkan selama sholat.
  • Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah semata. Karena semua amal perbuatan kita tergantung kepada niatnya. Memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah, karena dengan banyak beristighfar hati kita akan bersih dan tenang, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bahwa beliau beristighfar dalam sehari semalam tidak kurang dari tujupuluh kali.
  • Meninggalkan maksiat. Karena ia menyebabkan kegundahan dan meninggalkan noda dihati.
  • Memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan syetan dan godaanya. Banyak berdoa kepada Allah, karena ia adalah senjata setiap muslim, mohonlah agar dimudahkan untuk menjalani ketaatan kepada-Nya dan dijauhkan dari fitnah dan cobaan baik yang nampak maupun yang tidak nampak.

Tumakninah merupakan rukun sholat yang apabila kita tinggalkan maka sholat kita tidak sah dan wajib diulang. Tumakninah dalam sholat dapat kita lakukan jika kita bisa tenang dan tidak tergesa-gesa dalam melakukan gerakan sholat. Setiap gerakan dan perpindahan dari satu posisi keposisi lain kita lakukan dengan tenang dan perlahan serta tidak tergesa-gesa, terutama ketika ruku', I'tidal (bangkit dari ruku'), sujud, dan duduk diantara dua sujud.

Ketika kita ruku', punggung harus lurus dengan tidak menunduk atau naik keatas, tetapi posisi punggung dan kepala rata kedepan, bahkan diriwayatkan bahwa Rasulullah ketika ruku' seandainya diatas punggung beliau ditaruh bejana berisi air ia tidak tumpah. Sedangkan ketika bangkit dari ruku' kita harus sampai berdiri tegak baru turun untuk sujud, dan tidak boleh tergesa-gesa turun sebelum kita benar-benar berdiri tegak lurus seperti ketika berdiri mebaca fatihah.


sumber : Khusyuk dan Tumakninah dalam Sholat : islamhouse.com

3 komentar:

Postingan bagus. Saya selalu berusaha khusu' http://aswan67.blogspot.com/

ijin copy gambarnya ya :)

untuk dipost disini http://nhaz-passion.blogspot.com

terima kasih banyak :)

wahai saudaraku seagama, doakan saya agar dapat shalat khusyu dan tumannina dan diambil oleh mempunyaiKu dalam keadaan islam dan Khusnul khatimah(dalam akhir yang baik), Ya....

Posting Komentar